IndependenNews.com, Aceh | Kerusakan jalan mulai dari jalan Line pipa, atau jalan utama Kutamakmur sampai pemukiman Beureughang dari simpang Cot Nibong arah Kede Buloh Blang Ara dikeluhkan masyarakat Kecamatan Kutamakmur Aceh Utara.
Pantauan Awak media ini, Minggu (5/6/22) di Jalan buloh blang ara yang merupakan salah satu jalan utama atau akses bagi masyarakat hingga pemukiman Beureughang dan dari Simpang Cot Nibong arah Kede Buloh Blang Ara mengalami kerusakan, aspal hitam terkelupas hingga menciptakan kubangan-kubangan air dengan diameter 2-3 meter.
Akibat jalan berlubang ini, sangat mengganggu masyarakat yang melintasi jalan Line pipa hingga pemukiman Beureughang dan Simpang Cot Nibong arah Kede Buloh Blang Ara.
Salah satu warga Buloh Blang Ara, Rusli kepada independenNews.com mengatakan, ia berharap kepada pemerintah daerah untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut, karena menurutnya jalan ini merupakan akses masyarakat Kecamatan Kutamakmur.
“Kami sangat berharap kepada pemerintah daerah bisa secepatnya memperbaiki jalan rusak ini, agar masyarakat dapat menikmati pembagunan, bahkan kami telah memilih pemimpin dan wakil rakyat yang terbaik ,” ucap Rusli.
Dia juga berharap dengan kehadiran pemimpin baru yang memang juga baik, tentu akan dapat memberikan dampak yang baik pula yaitu kesejahteraan kepada seruluh rakyat.
Terkait kerusakan jalan ini, memang, sambung Rusli, beberapa waktu lalu sudah pernah dilakukan penambalan terhadap jalan berlubang tersebut, tetapi tidak bertahan lama. Pada saat hujan turun, tambalan yang baru dibuat terbawa hanyut oleh air hujan.
Menurut Rusli, sepengetahuan nya, jalan itu dibangun sudah berusia kurang lebih 15 tahun yang lalu.
Hal senada disampaikan Jailani mantan anggota DPR Aceh Utara, mengatakan bahwa jalan itu sudah lama rusak dan sering dijanjikan untuk dibangun, tetapi hingga saat ini belum juga terealisasi.
“Pada tahun 2021 lalu, sebagai bentuk protes masyarakat pernah menanam pohon pada bahu jalan atau didaerah Krueng Seunong dekat jalan Elak ada ditimbun pakai tanah,” jelas Jailani
Ia manambahkan, anggota Dewan asal Kutamakmur, termasuk yang terakhir disampaikan pada saat peresmian pasar baru Keude Blang Ara akhir tahun 2021 lalu pernah dijanjikan untuk memperjuangkan pembangunan jalan ini,” kata mantan dewan itu.
Sementara itu ketika wartawan IndependenNews, com mencoba menghubungi kepala kantor dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara Edi Anwar, melalui sambungan Whatshap pada pukul 20.35 Wib, Sabtu (4/06/22) belum dapat tersambung.
Kemudian, awak media ini tetap mecoba untuk mendapat tanggapan dari dinas terkait, ketika dihubungi melalui sambungan telpon selulenya juga tidak dapat tersambung.
Selanjutnya, Camat Kutamakmur, Saifullah, ketika ditanya soal jalan rusak itu mengatakan, ketua DPRK Aceh Utara dalam musrembang tahun 202, jalan tersebut akan dibangun pada tahun 2022 namun hingga saat ini belum tau kapan pelaksanaanya.
“Saya tidak tau pasti kapan dibangun jalan yang rusak itu, karena sampai saat ini belum ada informasi ke saya, menurut hasil musrembang akan di Perbaiki pada tahun 2022 namun tidak tau bulan berapa,” jelas Saiful.
Sementara itu Arafat Ali Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara yang merupakan putra daerah setempat saat dikonfirmasi mengatakan tidak bisa konfirmasi lewat hp (Hana tatuoh konfir ngen hp) pada pukul 20.09 WIB arafat juga mengatakan Judul yang perlu di konfirmasi tidak paham (Judul yg perle konfirmasi hn mufhom)
“Tidak bisa kita konfirmasi lewat HP dan juga tidak paham judul yang perlu di konfirmasi, ” ucap ketua DPRK.(man)