PT MSS dan  Hotel Beverly Langgar Prokes, Satgas Covid 19 Harus Lakukan Tindakan Tegas 

Independennews.com, Batam – Pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya memerangi pandemi covid-19. Kebijakan demi kebijakan dibuat dengan mempertimbangkan berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat.

Tidak tanggung-tanggung, dana yang dikucurkan oleh pemerintah Indonesia juga sangat besar untuk menghadapi pandemi covid-19 yang sampai saat ini masih menjadi belum diketahui kapan selesainya.

Di samping itu, varian-varian baru juga masih terus bermunculan dan semakin ganas, salah satunya varian delta yang kini sudah menjadi “Variant of Concern” di Indonesia.

Varian jenis ini menjadi pemuncak kasus per hari tertinggi sejak kita mengenal virus covid-19 dengan penambahan sebanyak 20.574 kasus baru per harinya seperti dilansir dari detikHealth, Kamis 24 Juni 2021 lalu.

Di samping itu Pemerintah Kota Batam juga saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan vaksinasi demi mencapai target 70% vaksinasi yang sudah harus terealisasi pada akhir Juni.

Hal ini seperti disampaikan oleh Walikota Batam yang juga Kepala Badan Pengusahaanan (BP) Batam, HM. Rudi beberapa saat yang lalu.

Namun, sangat disayangkan ketika ada beberapa pihak yang terkesan mengabaikan kebijakan pemerintah tersebut, melakukan kegiatan dengan tidak melaksanakan protokol kesehatan yang dianjurkan.

Hal itu seperti dilakukan oleh PT Melia Sehat Sejahtera (PT MSS) dalam video yang berhasil dihimpun oleh media Independennews.com.

Dalam video tersebut memperlihatkan para peserta seminar tidak mengenakan masker, berkerumun dan terkesan abai akan kebijakan PPKM Mikro yang sudah dibuat oleh pemerintah.

Ketika dimintai keterangan dari Ketua Komunitas PT MSS Batam, Syafri mengatakan, pihaknya sudah mematuhi protokol kesehatan hotel. Terkait kerumunan tersebut kata Syafri bukan menjadi tanggung jawabnya selaku pelaksana.

“Terkait kerumunan itu, seharusnya itu pertanyaan buat pihak hotel bang, saya kan cuma pelaksana karna sudah ada izin,” ujar Syarif kepada Independennews.com ketika dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (28/6/21).

Di hari yang sama, ketika dikonfirmasi ke Hotel Beverly, Kepala Security Safety, Anjas mengatakan pihaknya tidak tahu soal kerumunan tersebut.

“Kalau masalah mereka ngumpul itu kita gak tau, kan mereka acaranya tertutup, jadi kita gak bisa masuk,” tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Director of Sales Hotel Beverly, Rini. Ia mengaku pihaknya tidak memiliki kepentingan dalam kegiatan tersebut karena sifatnya privasi.

“Kegiatan mereka sifatnya room only, jadi kita hanya ada satu orang stand by di luar pintu masuk. Paling kalau ada keperluan seperti mic baru boleh masuk,” tuturnya.

Padahal kata Syafri, pihak hotel menempatkan 3 orang pengawas untuk mengawasi kegiatan tersebut dari awal acara sampai akhir.

“Salah bang, dari pihak hotel ada 3 orang kok yang ngawasin dari awal acara sampai selesai,” pungkasnya.

Terkait dengan hal ini terlihat bahwa PT MSS terkesan berusaha melepaskan diri. Begitu juga dengan pihak hotel yang terkesan hanya meraup untung tanpa melakukan pengawasan pada kegiatan yang diselenggarakan di tempatnya.

Hal ini tentunya akan menimbulkan kecemburuan terhadap pelaku pencipta kerumunan yang sudah ditindak dan dikenakan sanksi.(sop)

You might also like