Independennews.com, Batam – Wakil Bupati Kabupaten Natuna, Ngesti menyampaikan harapannya kepada para siswa siswi, orang tua khususnya para tenaga pendidik yang sebentar lagi akan dihadapkan dengan pelaksanaan ujian kelulusan sekolah khususnya di Kabupaten Natuna, Senin (29/03/21).
“Untuk anak-anak kami perbanyak belajar, kurangi kegiatan diluar. Juga kepada orang tua agar selalu mengontrol putra-putrinya agar bisa belajar dengan maksimal,” ungkapnya kepada Independennews ketika di konfirmasi via Whatsapp.

Kepada para Guru, Ngesti mengajak para guru untuk melek teknologi, karena belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir.
“Dampak yang dirasakan dunia pendidkan adalah kurang efektifnya pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan para siswa karena melalui pembelajaran daring dan kehilangan masa pembelajaran ini yang sangat mengkhawatirkan,” tandasnya.
Diketahui sebelumnya, Pemerintah Kab. Natuna sudah mengeluarkan surat Edaran sejak 4 Januari 2021 lalu. Surat yang berisikan seluruh satuan pendidikan yakni PAUD, SD dan SMP yang hendak melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) harus mematuhi protokol kesehatan dan memenuhi daftar periksa.
“Seperti di sekolah harus tersedia tempat cuci tangan dengan air yg mengalir, hand sanitizer, seluruh siswa dan PTK harus memaki masker, tersedia thermogun dan surat persetujuan orang tua (komite sekolah) dan surat pernyataan kepala sekolah,” terangnya.

Senada dengan itu Kadis Pendidikan Natuna, Suherman SH, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa dampak pandemi Covid 19, yang dirasakan dunia pendidkan adalah kurang efektifnya pembelajaran.
” Kegiatan belajar mengajar melalui pembelajaran daring (dalam jaringan), sangat kehilangan masa penbelajaran (lost of learning), kondisi ini yang sangat mengkhawatirkan kita,” ujarnya
Meskipun pandemi covid 19 melanda dunia secara khusus di Natuna, namun Kata Suherman, ia sangat bersyukur hingga saat ini tidak ada siswa yang putus sekolah di Wilayahnya.
“Tidak ada anak-anak yang putus sekolah,” ujar nya
Terkait pembelajaran tatap muka, tambah Suherman, sudah dibuka sejak Januari 2021 melaui surat Edaran Bupati, seluruh satuan pendidikan PAUD, SD dan SMP sudah melakukan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) dengan mematuhi protokol kesehatan dan memenuhi daftar periksa seperti di sekolah harus tersedia tempat cuci tangan dengan air yang mengalir, hand sanitizer, seluruh siswa dan PTK harus memakai masker, tersedia thermogun dan surat persetujuan orang tua (komite sekolah) dan surat pernyataan kepala sekolah.
“Seluruh proses kegiatan belajar mengajar diwajibkan mengukuti protokol Kesehatan,”pungkasnya (Lubis)