Independennews.com, Pemekasan — Tercatat sejak Januari hinggga bulan agustus sudah ada 56 kali kejadian kebakaran yang menghanguskan rumah, pasar, juga semak belukar, Kebakaran sepertinya menjadi momok yang sangat dikawatirkan di kabupaten pamekasan, Madura, Jawa Timur. Seperti yang terjadi selasa sore (21/08/2018).
Pengaruh musim kemarau dan angin yang kencang mempermudah api cepat membesar. Seperti yang terjadi di Pasar Palengaan, tiga kios ludes diduga akibat sampah yang terbakar kemudian merambat kios yang ada di dekatnya.
Menurut Echo Khusairi selaku Sekretatis Kecamatan Palengaan pamekasan membenarkan adanya kebakaran kios di Pasar Palengaan tepat berada di depan kantor kecamatan.
Menurut informasi warga dugaan api berasal dari sampah yang dibakar di belakang salah satu kios, Api diketahui sekitar pukul 14.30 WIB. Namun warga dan TNI-Polri yang kantornya dekat dengan pasar segera bahu membahu memadamkan api.
“Kalau lambat bisa seluruh kios di dalam pasar ikutan hangus terlalap sijago merah.” tambahnya.
Sedangkan dua unit Damkar dan dua tangki penyuplai air diturunkan untuk mengatasi kebakaran dan melakukan pembasahan agar api tidak menyala kembali.
“Untuk sementara kerugian masih dihitung sedangkan penyebabnya diduga karena sampah yang dibakar di belakang salah satu kios,” ujar Budi Cahyono, Supervisor BPBD Pamekasan.
Budi Juga menghimbau terhadap semua masyarakat Pamekasan agar lebih waspada dalam musim kemarau seperti saat ini.
“Jangan membakar sampah atau semak belukar juga jangan meninggalkan kompor yang sedang menyala dan matikan listrik kalau mau meninggalkan rumah,” jelasnya.
Kebakaran kali ini menghanguskan kios penjahit, kios perabot dan kios Palen di Pasar Palengaan. Kerugian akibat kebakaran itu belum bisa dipastikan.
(Siti Amina).