Independennews.com, Muarabungo — Terkait kebijakan Pemerintah tentang permasalahan pembagian THR banyak disesalkan bagi kalangan pegawai Honorer. Pasalnya, pada tahun ini kalangan pegawai honorer hanya bisa gigit jari dan termenung manis meratapi nasip.
Salah satu pegawai Honorer dari ribuan honorer yang ada dikabupaten Bungo mengatakan, hanya bisa pasrah dengan kebijakan pemerintah dalam pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) dikalangan para Honorer. Sebab mereka merasa terabaikan dengan kebijakan Kepala Daerah.
“Kami hanya bisa pasrah pak dengan kebijakan pemerintah, kamipun merasa sudah diabaikan dari pemerintahan, ” ungkap salah seorang pegawai Honorer yang namanya enggan disebutkan.
Karena mereka beranggapan dengan gaji (upah) yang mereka terima tidak lah sebanding dengan apa yang saat ini mereka lakukan dalam bertugas, hanya sekedar uang pengganti bensin untuk berangkat kekantor.
“Kami juga ingin dapat tambahan pak untuk Idul Fitri nanti, THR kek, Insentif kek, ini gak ada pak, cuma mengharapkan gaji yang hanya bisa pengganti uang bensin untuk berangkat kekantor, ” tambahnya lagi.
Namun kini harapan mereka sudah habis dimakan oleh waktu, sampai hari ini mereka hanya bisa menyaksikan dengan hati yang sedih dan kecewa dengan kebijakan pemerintah. (Dar)