Independennews.com | Deli Serdang – Di sebuah rumah sederhana di Dusun II Desa Lantasan Lama, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, suara tangis seorang anak kecil terkadang memecah kesunyian malam.
Bukan karena ingin bermain atau meminta digendong. Tangis itu datang ketika napas kecilnya kembali terasa berat.
Namanya Arisha Zainabba Nasution, usianya baru dua tahun. Namun sejak lahir, Arisha sudah menjalani perjuangan yang bahkan sulit dibayangkan orang dewasa.
Saat anak-anak seusianya mulai aktif berlari, bermain, dan menikmati berbagai makanan, Arisha justru tumbuh bersama rumah sakit, obat-obatan, pemeriksaan medis, serta alat bantu yang harus selalu siap di dekatnya.
Tubuh mungil itu harus bertahan melawan penyakit jantung bawaan yang perlahan mulai berdampak pada paru-parunya. Sudah hampir dua tahun, Arisha dan keluarganya bolak-balik menjalani pengobatan ke RSUP H Adam Malik Medan.
Pemeriksaan dokter spesialis jantung anak menunjukkan Arisha mengalami VSD perimembran inlet-outlet dengan hipertensi pulmonal ringan hingga sedang.
Secara sederhana, terdapat kebocoran pada sekat jantung Arisha. Kondisi itu membuat aliran darah tidak berjalan sebagaimana mestinya dan memberi tekanan berlebih pada paru-parunya.

Kadang-kadang, ketika malam datang dan tubuh kecilnya terlelap, sesak napas mendadak muncul. Keluarga harus sigap. Tabung oksigen yang tersedia di rumah menjadi salah satu alat yang membantu Arisha bertahan melewati malam.
Tak hanya itu, makan dan minum yang bagi anak-anak lain menjadi hal biasa, justru menjadi perjuangan tersendiri bagi Arisha. Ia tidak bisa bebas menikmati makanan seperti anak seusianya.
Dokter menyarankan nutrisi khusus. Namun tak jarang susu yang diminumnya kembali dimuntahkan. Berat badannya juga sulit bertambah.
Dalam waktu yang cukup lama, Arisha bahkan harus menggunakan selang Nasogastric Tube (NGT) untuk membantu kebutuhan nutrisinya.
Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan kondisi yang membuat keluarga semakin khawatir. Kebocoran jantung yang dialami Arisha mulai memberi dampak serius terhadap paru-parunya.
Tekanan aliran darah yang terus terjadi membuat fungsi organ tersebut perlahan ikut terganggu. Dokter mempersiapkan Arisha menjalani tindakan operasi di rumah sakit jantung di Jakarta.
Harapan itu kini menjadi tujuan besar keluarga kecil tersebut. Di balik perjuangan Arisha, ada dua orang tua yang terus bertahan.
Ayahnya, Zulfikar Nasution (32), bekerja sebagai buruh harian di sebuah pabrik sabun di wilayah Patumbak. Penghasilannya digunakan untuk kebutuhan keluarga sekaligus pengobatan sang buah hati.
Sementara sang ibu, Rohana Boru Barus (30), memilih mendampingi Arisha sepenuhnya. Hari-hari Rohana kini lebih banyak diisi menjaga anaknya. Memastikan obat diminum tepat waktu.
Mengawasi kondisi napasnya. Menemani kontrol rumah sakit. Hingga berjaga ketika Arisha sulit tidur karena sesak.
Perjalanan pengobatan selama hampir dua tahun bukan perkara mudah. BPJS Kesehatan memang membantu biaya utama pengobatan.
Namun masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi keluarga. Mulai dari biaya hidup selama proses pengobatan di Jakarta yang diperkirakan berlangsung sekitar tiga bulan, kebutuhan susu nutrisi khusus, vitamin, obat tambahan, kebutuhan oksigen, hingga biaya kontrol dan kebutuhan darurat lainnya.
Perjalanan menuju Jakarta untuk mendapatkan penanganan lanjutan pun sebelumnya terbantu dari dukungan keluarga besar dan para dermawan.
Namun perjuangan belum selesai di tengah keterbatasan, keluarga hanya menyimpan satu harapan sederhana. Melihat Arisha tumbuh sehat. Bisa bernapas lebih lega. Bermain seperti anak-anak lain. Dan memiliki kesempatan hidup lebih panjang.
Bagi banyak orang, satu hari mungkin berlalu biasa saja.Namun bagi Arisha, setiap hari adalah perjuangan.Perjuangan seorang anak kecil yang bahkan belum memahami sepenuhnya tentang penyakit yang sedang ia hadapi.
Tetapi tubuh kecilnya terus berusaha bertahan. Kini keluarga berharap dukungan berbagai pihak dapat membantu Arisha menjalani proses pengobatan secara optimal.
Karena terkadang, harapan hidup seorang anak kecil dapat bertahan melalui uluran tangan dan perhatian banyak orang yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya. (tbs)
Bagi masyarakat yang ingin membantu perjuangan Arisha, keluarga dapat dihubungi melalui:
Rohana Boru Barus (Ibu) – 0822 7779 5605