Independennews.com | Padang, UNP — Program Studi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan (IPK) Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kegiatan penjajakan kerja sama dengan sejumlah institusi strategis tingkat nasional pada 15–17 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan langkah konkret UNP dalam memperluas jejaring kemitraan guna memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Prodi IPK Sekolah Vokasi UNP melakukan kunjungan dan diskusi kerja sama dengan Perpustakaan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Arsip Nasional Republik Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Fakultas Adab dan Humaniora), serta Universitas Indonesia melalui Program Pendidikan Vokasinya. Keempat institusi tersebut dipilih karena memiliki relevansi strategis dalam pengembangan keilmuan, penguatan praktik profesional, serta peningkatan mutu pendidikan vokasi di bidang informasi, perpustakaan, dan kearsipan.
Penjajakan kerja sama difokuskan pada penguatan implementasi tridharma secara berkelanjutan. Ruang lingkup yang dibahas mencakup program magang dan praktik kerja mahasiswa, kolaborasi riset dan kajian terapan, pengabdian kepada masyarakat, kuliah tamu oleh praktisi dan akademisi, hingga pengembangan kurikulum dan program vokasi yang adaptif serta selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri informasi.
Selain itu, kedua belah pihak juga mendiskusikan peluang kolaborasi penulisan dan publikasi artikel ilmiah bersama, baik pada jurnal nasional maupun internasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat budaya riset, meningkatkan luaran akademik, serta memperluas kontribusi keilmuan sivitas akademika di bidang informasi dan kearsipan.
Ketua Program Studi IPK Sekolah Vokasi UNP menegaskan bahwa kegiatan penjajakan kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk membangun keterhubungan yang kuat antara dunia akademik dan kebutuhan institusi pengguna lulusan.
“Penjajakan kerja sama ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat pelaksanaan tridharma secara nyata. Melalui kolaborasi dengan mitra strategis, kami berharap dapat meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi sekaligus membuka ruang riset terapan dan publikasi ilmiah yang berdampak,” ujarnya.
Inisiatif tersebut mendapat sambutan positif dari para mitra. Perwakilan ANRI, misalnya, menilai bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi vokasi memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kearsipan nasional, baik melalui pendidikan, riset terapan, maupun penguatan literasi kearsipan di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen UNP dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pendidikan vokasi yang relevan dan adaptif, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan riset, inovasi, dan ekosistem informasi yang berkelanjutan.
(Dioni)