Kolaborasi FPP dan FIK UNP Dorong UMKM Mentawai Tingkatkan Kuliner Bergizi untuk Wisatawan

Independennews.com | Mentawai — Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai kampus yang menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dua fakultas—Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) serta Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK)—UNP melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat yang membuktikan bahwa sinergi akademik mampu mengangkat potensi lokal menjadi daya saing ekonomi baru di Kepulauan Mentawai.

Program ini berlangsung pada 14–16 November 2025 dan mendapat dukungan pendanaan dari DPPM Kemendikbudristek melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Dengan tema “Pengembangan Kualitas Produk Kulinari untuk Mendukung Pariwisata Olahraga di Kepulauan Mentawai”, kegiatan ini secara khusus dirancang untuk memperkuat kapasitas UMKM lokal dalam menghadirkan sajian kuliner modern, higienis, dan bernutrisi—menyesuaikan kebutuhan wisatawan surfing internasional yang menjadi pasar utama di Mentawai.

Sebagaimana diketahui, Mentawai merupakan salah satu destinasi surfing terbaik dunia. Tingginya intensitas fisik para peselancar menciptakan permintaan besar terhadap kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga mendukung pemulihan stamina dan performa tubuh. Melihat peluang tersebut, UNP hadir dengan pendekatan ilmiah dan intervensi terukur untuk memberdayakan UMKM agar mampu merespons pasar global secara optimal.

Program ini dipimpin oleh Prof. Dr. Elida, M.Pd, dengan dukungan pakar dari dua bidang kunci: Dra. Lucy Fridayati, M.Kes (Tata Boga FPP UNP) dan Dr. Padli, S.Si., M.Pd (FIK UNP). Kombinasi keahlian kuliner, gizi, olahraga, dan pariwisata menghadirkan kerangka pengembangan yang komprehensif dan berorientasi pada kualitas.

Prof. Elida menegaskan bahwa kuliner adalah elemen penting dalam wajah pariwisata sebuah daerah.

“UMKM Mentawai memiliki potensi luar biasa. Mereka bekerja dengan bahan pangan lokal yang kaya dan otentik. Tugas kami adalah membantu mengolah potensi itu menjadi produk kuliner yang berdaya saing, sekaligus memenuhi standar gizi tinggi bagi wisatawan internasional,” ujarnya.

Pelatihan yang diberikan mencakup teknik pengolahan bahan pangan lokal berbasis gizi, inovasi menu ramah wisatawan, penerapan standar higienitas produksi, hingga strategi branding dan pemasaran digital. Dengan pendekatan ini, UMKM tidak hanya menjadi terampil mengolah makanan, tetapi juga memahami bagaimana membangun nilai produk yang sesuai dengan kebutuhan sport tourism.

Dr. Padli menekankan pentingnya perspektif nutrisi olahraga dalam pengembangan kuliner wisata.

“Surfer membutuhkan makanan yang menunjang stamina, kekuatan otot, serta pemulihan tubuh. Karena itu, kuliner lokal yang dikembangkan harus mengandung komposisi gizi yang tepat,” jelasnya.

Program ini memperlihatkan bagaimana UNP menjalankan mandatnya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mengembangkan teori, tetapi juga menggerakkan perubahan sosial-ekonomi di tengah masyarakat. Kolaborasi FPP dan FIK UNP menjadi contoh nyata bahwa penguatan pariwisata membutuhkan pendekatan lintas disiplin agar tumbuh secara holistik dan berkelanjutan.

Melalui pendampingan intensif tersebut, UMKM Mentawai kini semakin siap menyajikan produk kuliner lokal yang lezat, sehat, dan bernutrisi tinggi—siap memenuhi kebutuhan wisatawan mancanegara yang datang untuk menikmati ombak legendaris Mentawai.

Program ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperkuat citra Mentawai sebagai destinasi sport tourism kelas dunia—tidak hanya melalui pesona alam dan ombaknya, tetapi juga melalui pengalaman kuliner berkualitas yang merefleksikan kekayaan budaya lokal.
(Dioni)

T

You might also like