Independennews.com | Padang — Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menegaskan posisinya sebagai kampus yang aktif, progresif, dan berpengaruh dalam dinamika akademik nasional maupun internasional. Pada 12–15 November 2025, Departemen Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UNP sukses menyelenggarakan The 4th Padang International Conference on Educational Management and Administration (PICEMA) yang dirangkaikan dengan Rakernas APMAPI XIII serta Rakernas ISMAPI.
Bertempat di Ballroom UNP Hotel & Convention Center, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga momentum strategis bagi UNP untuk memperkuat identitasnya sebagai pusat inovasi, jejaring akademik, serta pengembangan tata kelola pendidikan yang adaptif terhadap tuntutan era modern.
Konferensi dibuka secara resmi oleh Rektor UNP yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa PICEMA serta Rakernas APMAPI–ISMAPI merupakan ruang kolaboratif yang sangat penting untuk memperkuat paradigma manajemen pendidikan menuju era Education 5.0—sebuah fase di mana teknologi, kemanusiaan, dan inovasi berkumpul dalam satu harmoni kemajuan.
“Pertemuan ini bukan sekadar ajang temu akademisi, tetapi wadah penguatan kolaborasi dan berbagi gagasan mengenai bagaimana kita mengelola dan mengadministrasikan pendidikan di perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, kita berharap lahir ide-ide terbaik yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Indonesia,” ujar Prof. Refnaldi, Kamis (13/11/2025).
Sementara itu, Ketua Pelaksana PICEMA 2025, Dr. Yulianto Santoso, M.Pd., melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti 179 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia, terdiri dari akademisi, peneliti, hingga praktisi pendidikan.
Ia menegaskan bahwa PICEMA 2025 merupakan bukti nyata integrasi kekuatan akademik dan profesional antara APMAPI dan ISMAPI, dua organisasi yang terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola pendidikan di Indonesia melalui riset, diskusi ilmiah, dan pembaruan kebijakan.
Konferensi tahun ini menghadirkan para pembicara internasional bereputasi, antara lain Professor Rekha B. Koul, Professor Amelia T. Buan, dan Assoc. Prof. Dr. Mu’azzam Mohamad, serta sejumlah panel session dan parallel session yang memungkinkan para peneliti mempresentasikan riset terbaru mereka di bidang manajemen dan administrasi pendidikan.
Selama empat hari penyelenggaraan, PICEMA tidak hanya menjadi arena pertukaran gagasan, tetapi juga simbol komitmen UNP dalam membangun kolaborasi global, memperkuat kapasitas riset, serta memajukan profesionalisme bidang manajemen pendidikan di berbagai level.
Dengan suksesnya rangkaian agenda internasional dan nasional ini, UNP kembali mengukuhkan diri sebagai “Kampus Berdampak”—kampus yang terus berkontribusi pada kemajuan pendidikan, memperluas jaringan kemitraan strategis, dan memberikan dampak nyata bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
(Dioni)