Independennews.com | Agam — Di tengah cuaca yang tidak menentu dan kondisi medan yang semakin sulit diprediksi, Tim UNP Peduli kembali membuktikan komitmen kemanusiaan yang tak pernah surut. Pada Minggu (7/12/2025), tim bergerak sejak pagi hingga menjelang senja, menembus jalur air dan darat untuk memastikan bantuan tiba langsung kepada para pengungsi dari Jorong Labuh, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam—warga yang hingga kini masih bertahan di berbagai titik pengungsian pascabencana.
Bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai, dan kebutuhan mendesak lainnya disalurkan ke tiga titik utama pengungsian. Relawan memulai perjalanan menuju Pondok Pesantren Prof. Dr. Hamka, kemudian melanjutkan ke kawasan Kampung Mati Kubu Gadang di Kanagarian Maninjau, sebelum akhirnya bergerak ke kelompok pengungsi asal Sungai Batang.
Perjalanan bukan perkara mudah. Untuk mencapai lokasi paling terpencil, relawan:
menyeberangi danau dengan perahu ponton,
menempuh jalur berliku menggunakan mobil Hiace,
lalu melanjutkan pendakian dengan kendaraan roda dua menuju Kubu Gadang—sebuah wilayah yang hanya bisa dicapai oleh mereka yang memiliki ketekunan, keberanian, dan tekad kuat.
Jalanan berlumpur, embusan angin lembah yang dingin, serta gelombang kecil yang menggoyang perahu tidak menyurutkan langkah tim. Masing-masing relawan tetap bergerak tanpa jeda, berpindah dari satu titik pengungsian ke titik berikutnya demi memastikan bantuan benar-benar diterima warga.
“Misi ini bukan sekadar mengantarkan logistik, tetapi membawa harapan,” ungkap salah seorang relawan dengan suara lelah namun penuh keteguhan.
“Kami ingin warga merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Setiap paket bantuan adalah pesan kepedulian, penenang di tengah kesulitan yang mereka hadapi.”
Kehadiran UNP Peduli disambut hangat oleh para pengungsi, banyak di antara mereka masih berjuang memulihkan kondisi fisik dan mental setelah kehilangan tempat tinggal. Bantuan yang dibawa menjadi oase di tengah keterbatasan, sementara kehadiran para relawan memberi kekuatan baru untuk bangkit.
Aksi kemanusiaan ini kembali menegaskan bahwa Universitas Negeri Padang bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu menjangkau titik-titik terdalam ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. UNP hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa kepedulian yang menguatkan.
(Dioni)
Tagar:
beritaunp • sdgs4 • qualityeducation • sdgs17 • sdgs13 • climateaction • partnershipforthegoals • UNPkampusberdampak • diktisaintekberdampak