Jokowi Minta Kepolisian Evaluasi Media Online Penebar Kebohongan

0
517
Poto : Presiden RI Joko Widodo (Beritasatu)

JAKARTA,INDEPENDENNEWS.COM-Presiden RI Joko Widodo mengatakan media online yang memuat berita kebohongan dan fitnah agar dievaluasi.

Demikian disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) mengenai antisipasi perkembangan media sosial, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/12/2016).

“Kita harus evaluasi media online yang sengaja memproduksi berita bohong, tanpa sumber yang jelas, dengan judul provokatif, mengandung fitnah,” kata Jokowi

Pada kesempatan itu, Jokowi juga meminta kepolisian agar melakukan penegakan hukum terhadap pemilik akun media sosial yang mengandung ujaran kebencian, fitnah, dan provokatif.

“Sekali lagi, ini bukan budaya kita, bukan kepribadian kita. Jangan sampai kita habis energi untuk hal seperti ini. Saya minta yang pertama penegakan hukum harus keras dan tegas untuk hal ini,” ujar Jokowi seperti dilansir kompas.

Kata Jokowi, ada 132 juta pengguna internet aktif di Indonesia, atau 52 persen dari jumlah penduduk indonesia.

“Mereka mengakses internet rata-rata selama 3,5 jam per hari melalui telepon genggam. Oleh karena itu, perkembangan teknologi informasi yang pesat itu harus betul-betul kita arahkan, kita manfaatkan ke arah positif, ke arah untuk kemajuan bangsa kita,” kata Jokowi.

Hadir dalam rapat terbatas itu yakni Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Wakapolri Komjen Syafruddin, dan Kabareskrim Komjen Ari Dono, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, serta sejumlah menteri. (Red/K)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.