100 Orang Tewas Terinjak-injak Dalam Pertemuan Keagamaan di India

Para wanita berkabung di luar rumah sakit Sikandrarao di distrik Hathras di negara bagian Uttar Pradesh, India pada 2 Juli 2024, setelah terjadi insiden dalam pertemuan keagamaan yang menyebabkan puluhan orang tewas. (Foto: AP/Manoj Aligadi)

IndependenNews.com | India – Hampir 100 orang tewas tertimpa sebuah pertemuan keagamaan Hindu di India utara pada Selasa (2/7/2024), dan banyak terluka, kata seorang pejabat senior pemerintah.

Sekelompok besar orang berkumpul di dekat kota Hathras untuk mendengarkan khotbah seorang pengkhotbah populer, namun badai debu yang dahsyat memicu kepanikan ketika orang-orang meninggalkan tempat itu.

Banyak di antara mereka yang tertimpa atau terinjak-injak, saling berjatuhan, dan ada pula yang ambruk ke selokan pinggir jalan dalam kekacauan tersebut.

“Kami telah mengkonfirmasi 97 orang meninggal dunia pada peristiwa tersebut, untuk membantu para korban kami memberikan bantuan medis bagi para korban,” kata Chaitra V, komisaris divisi kota Aligarh di negara bagian Uttar Pradesh, kepada AFP.

“Para peserta keluar dari lokasi ketika badai debu membutakan penglihatan mereka, menyebabkan keributan dan insiden tragis berikutnya,” katanya.

Sebagian besar korban tewas adalah perempuan, menurut kepala petugas medis negara bagian Umesh Kumar Tripathi, yang mengatakan kepada wartawan,”banyak yang terluka namun sudah dalam perawatan di rumah sakit.

Sanak saudara mereka berkumpul sambil menangis mencari para korban di luar salah satu kamar mayat di kota Etah dimana para korban dikumpulkan.

Insiden mematikan sering terjadi di tempat-tempat ibadah selama festival keagamaan besar di India, yang merupakan festival terbesar yang mendorong jutaan umat melakukan ziarah ke tempat-tempat suci.

“Ketika khotbah selesai, semua orang mulai berhamburan,” Shakuntala, seorang wanita yang hanya menyebutkan satu nama, mengatakan kepada kantor berita Press Trust of India.

“Orang-orang terjatuh ke selokan di pinggir jalan. Mereka mulai berjatuhan satu sama lain dan tertimpa sampai mati.”

Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan kompensasi sebesar US$2.400 kepada keluarga terdekat dari mereka yang meninggal dan US$600 kepada mereka yang terluka dalam “insiden tragis” tersebut.

“Saya turut berbela sungkawa bagi mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai, Saya mendoakan semua yang terluka segera pulih,” tulis Modi di platform media sosial X.

Presiden Droupadi Murmu mengatakan kematian tersebut “menyedihkan hati” dan menyampaikan “belasungkawa sedalam-dalamnya”.

Ketua Menteri Uttar Pradesh Yogi Adityanath juga “menyatakan belasungkawa” kepada keluarga korban tewas. “Dia telah mengarahkan pejabat pemerintah distrik untuk segera membawa korban luka ke rumah sakit dan mempercepat upaya bantuan di tempat kejadian,” katanya.

Kantor Adityanath mengatakan penyelidikan telah diperintahkan atas kematian tersebut. Pertemuan keagamaan di India memiliki rekam jejak buruk mengenai insiden mematikan yang disebabkan oleh buruknya manajemen massa dan pelanggaran keamanan.

Setidaknya 112 orang tewas pada tahun 2016 setelah ledakan besar yang disebabkan oleh pertunjukan kembang api yang dilarang di sebuah kuil yang memperingati tahun baru Hindu.

Ledakan itu merobek bangunan beton dan menyulut api di kompleks kuil di negara bagian Kerala, tempat ribuan orang berkumpul.

Sebanyak 115 umat lainnya tewas pada tahun 2013 akibat terinjak-injak di sebuah jembatan dekat sebuah kuil di Madhya Pradesh.

Hingga 400.000 orang berkumpul di daerah tersebut dan penyerbuan dimulai setelah beredar rumor bahwa jembatan akan runtuh.

Pada tahun 2008, 224 peziarah tewas dan lebih dari 400 orang terluka akibat terinjak-injak di sebuah kuil di puncak bukit di kota utara Jodhpur. (AFP)

You might also like