IndependenNews.com | Taput – Ada 28 Mini market atau ritel modern berkembang baik di Kab.Tapanuli Utara(Taput) dari sejumlah merek, Indomaret, Alfamart, Alfamidi serta Mr.DIY. Dan sepertinya akan ada mini market baru yang akan beroperasi.
Dimana tiga merek diatas, Indomaret, Alfamaret serta Alfamidi lebih fokus usaha menjual makanan, minuman dan tembakau. Akibat ekspansi 3 merek jaringan Ritel ini pelaku Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) dengan usaha yang sama di Taput banyak yang gulung tikar
Informasi yang digali, keberadaan semua ritel tersebut ada dimasa Nikson Nababan ketika menjabat Bupati Taput selama 10 tahun, dari tahun 2014 sampai tahun 2024.
Jonner Nababan Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab.Taput Selasa(25/3/2025) menyebutkan Dinas yang dipimpin hanya memberikan Ijin Mendirikan Bangunan, yang sekarang diganti menjadi Persetujuan Bangunan Gedung,(PBG) serta Ijin usaha.
Sedangkan kajian dampak sosial ekonomi belum pernah ada, pengusaha ritel hanya harus mendapat persetujuan dari warga sekitar, baru usaha bisa beroperasi.
“Untuk kajian dampak sosialnya belum pernah ada”ujar Jonner
Jonner juga menyebutkan, sebelum pemberian ijin, terlebih dahulu ada nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding(MoU) antara Bupati dengan pengusaha ritel,setelahnya dilakukan kajian dan rekomendasi dinas Lingkungan Hidup kemudian mengikat Perjanjian Kerjasama(PKS) dengan dinas Perindagkop.
Terpisah, Josua Situmeang Kepala Badan Pendapatan Daerah Kab.Taput menyebutkan Pendapatan Asli Daerah(PAD) dari mini market itu hanya retribusi parkir dan pajak reklame yang besarannya sekitar 5 jutaan dari setiap merek ritel Per bulan.
Norris Hutapea seorang pegiat sosial kontrol Taput berpendapat, sudah perlu ada pengkajian serta pembatasan ijin pendirian usaha ritel modern di Kab Taput semisal Indomaret, Alfamart dan Alfamidi. Karena berdampak pada usaha UMKM dari masyarakat lokal.
Bahkan menurut Norris,sudah banyak usaha dari masyarakat lokal yang tutup dikarenakan keberadaan dari mini market tersebut. Padahal PAD yang diterima dari usaha ketiga merek itu tidak sebanding dengan usaha usaha lokal yang banyak gulung tikar
Kalau PAD dari ritel ini tidak begitu signifikan, usaha masyarakat banyak yang gulung tikar,namun lucunya Nikson Nababan selama 10 tahun Bupati Taput sepertinya membiarkan menjamurnya ritel di Kabupaten ini tambah Norris
“Kalau hanya retribusi parkir, PBB dan pajak reklame yang didapat.sementara usaha masyarakat lokal banyak yang tutup,lucunya Nikson Nababan 10 tahun menjabat Bupati Taput, membiarkan menjamurnya ritel di kabupaten ini.?”terang Norris sambil tertawa kecil
(Maju Simanungkalit)