Independennews.com | Semarang – Semangat kemerdekaan terasa di Valbury Asia Futures Semarang pada Selasa (19/8/2025). Dalam rangka memperingati HUT RI ke-80, perusahaan pialang berjangka yang berdiri di Semarang sejak 2004 ini menggelar rangkaian lomba khas 17 Agustus sekaligus sesi literasi keuangan untuk masyarakat.
Berbagai lomba seperti memancing pensil dalam botol, meniup gelas, memasukkan sedotan ke dalam botol, hingga memakai sarung sambil memukul balon digelar meriah dengan melibatkan karyawan, keluarga, dan warga sekitar. Namun, perayaan ini bukan sekadar pesta rakyat. Valbury Asia Futures juga menghadirkan sesi edukasi investasi sehat untuk memberikan pemahaman bahwa perdagangan berjangka merupakan instrumen finansial resmi, legal, dan dapat menjadi sarana menuju kemandirian ekonomi.
Kepala Cabang Valbury Asia Futures Semarang, Ronald Chandra, hadir langsung dalam acara tersebut. Pria kelahiran Ambon 44 tahun lalu itu menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan praktik investasi yang sehat, transparan, dan sesuai regulasi.
“Valbury Asia Futures berdiri di Semarang sejak 2004 dengan satu komitmen: memberikan akses investasi berjangka yang aman, edukatif, dan transparan. Kami memiliki sistem edukasi terstruktur, sistem withdraw (WD) instan untuk kenyamanan nasabah, serta berada di bawah pengawasan resmi Bappebti, OJK, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Artinya, semua aktivitas kami resmi dan jelas regulasinya,” ujar Ronald.
Ia menambahkan, tantangan terbesar bukan pada instrumen investasinya, melainkan munculnya perusahaan tidak berizin yang kerap menipu masyarakat dengan iming-iming keuntungan besar. Kondisi ini, menurutnya, sering membuat citra investasi dipandang negatif.
“Valbury Asia Futures tidak pernah menjanjikan profit instan. Kami selalu menekankan bahwa setiap investasi memiliki risiko dan membutuhkan pengetahuan. Justru di sinilah peran kami: memberikan edukasi agar masyarakat memahami mekanisme, risiko, sekaligus peluang investasi yang sebenarnya,” tegasnya.
Peserta yang hadir pun merasa terbantu. Banyak warga mengaku awalnya hanya mendengar sisi negatif dari forex atau pasar berjangka, namun setelah dijelaskan secara transparan, mereka bisa membedakan antara investasi resmi yang diawasi regulator dengan praktik ilegal yang merugikan.
Selain memberikan edukasi, acara ini juga menjadi ajang mempererat hubungan perusahaan dengan masyarakat. Nuansa kebersamaan begitu terasa melalui kegiatan lomba yang penuh tawa, canda, dan semangat gotong royong khas perayaan kemerdekaan.
“Bagi kami, kemerdekaan tidak hanya berarti lepas dari penjajahan, tetapi juga merdeka dari kebodohan finansial. Dengan literasi yang benar, masyarakat bisa melindungi diri dari investasi bodong sekaligus memanfaatkan peluang secara bijak,” tambah Ronald.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di Semarang, Valbury Asia Futures menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan investasi berjangka yang transparan, legal, dan berorientasi pada edukasi masyarakat. Momentum HUT RI ke-80 ini menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan juga harus diiringi dengan kemerdekaan finansial.
(Ganang i)