Independennews.com | Demak – Pagi itu, Selasa (30/9/2025), halaman SDN Banjarsari, Kecamatan Sayung, tampak lebih ramai dari biasanya. Bukan oleh langkah kaki siswa menuju kelas, melainkan oleh antrean ratusan warga desa yang berduyun-duyun datang sejak pukul 07.00 WIB. Mereka menanti giliran untuk mendapat layanan kesehatan gratis dari program Speling (Spesialis Keliling) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Bagi warga, Speling menjadi jawaban atas keterbatasan akses kesehatan. Di satu tempat, mereka bisa memeriksakan penyakit dalam, kesehatan ibu dan anak, gizi, hingga menerima obat-obatan sesuai resep dokter—semuanya tanpa biaya dan tanpa harus jauh-jauh ke rumah sakit besar.
Sentuhan Spesialis di Tengah Desa
Sohib, warga Desa Banjarsari yang bertahun-tahun menderita sesak napas, mengaku lega usai diperiksa.
“Program ini sangat membantu. Saya bisa periksa gratis dan dekat, tidak perlu ke rumah sakit jauh. Semoga saya bisa segera sembuh,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Anis Saadah, penderita diabetes yang rutin berobat setiap bulan.
“Biasanya sekali periksa habis lebih dari Rp50 ribu. Hari ini gratis, jelas sangat meringankan. Semoga program ini berlanjut terus,” katanya penuh syukur.
Antusiasme di Balik Angka
Menurut Kepala Puskesmas Sayung 1, Retno W., target awal pelayanan hanya untuk 100 orang. Namun antusiasme warga membludak hingga 120 pasien.
“Rinciannya 13 pasien obsgyn, 72 pasien penyakit dalam, 25 pasien anak, dan 10 pasien jiwa. Bahkan ada pelayanan khitan gratis untuk anak-anak,” paparnya.
Pelayanan ini melibatkan tenaga kesehatan dari RSUD Dr. Adhyatma MPH Tugurejo Semarang, RSI Sultan Agung Semarang, Dinkesda Demak, serta Puskesmas Sayung 1.
Komitmen Pemerintah
Kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin, serta Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin di tengah warga menjadi simbol dukungan penuh pemerintah terhadap kesehatan masyarakat pesisir.
Luthfi menegaskan, Speling adalah bagian dari sinergi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pemerintah pusat.
“Hingga 12 September 2025, Speling telah menjangkau 436 desa dengan sasaran lebih dari 52 ribu warga. Sementara program CKG sudah melayani 7,5 juta orang di Jawa Tengah. Program ini akan terus kita jalankan agar manfaatnya dirasakan menyeluruh,” jelasnya.
Lebih dari Sekadar Layanan Kesehatan
Speling bukan hanya sekadar pemeriksaan medis gratis. Ia hadir sebagai jembatan harapan bagi warga desa yang sering terkendala akses dan biaya kesehatan. Kehadiran dokter spesialis di halaman sekolah dasar membuktikan bahwa pelayanan publik tidak harus menunggu di gedung megah, tetapi bisa hadir langsung di tengah sawah, kampung, dan pesisir.
Bagi warga Banjarsari, pagi itu bukan sekadar antrean berobat, melainkan bukti bahwa negara hadir di tengah mereka. Bahwa kesehatan adalah hak, bukan kemewahan yang hanya bisa dibeli oleh yang mampu.
(Ganang)