Independennews.com | Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Pemalang menggelar Sosialisasi Sistem Penanggulangan Bencana Daerah Tahun 2025 di Pendopo Balai Desa Nyamplungsari, Kecamatan Petarukan, Sabtu (17/5/2025) pukul 09.20 WIB. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi penanggulangan bencana berbasis komunitas.
Sekitar 40 peserta hadir, terdiri dari relawan Desa Nyamplungsari, Pemalang Rescue, Banser, Unit Bantu Pertolongan Pramuka, serta unsur pemerintah desa dan kecamatan. Selain sosialisasi, acara ini juga menjadi ajang pelantikan Destana (Desa Tanggap Bencana) dan Kencana (Kecamatan Tanggap Bencana), yang diharapkan menjadi garda terdepan penanganan darurat di wilayah tersebut.
Ketua Komisi lV DPRD Kabupaten Pemalang dari Fraksi Partai Gerindra, Sri Hartati dalam sesi wawancara dengan awak media, usai kegitan, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat sistem tanggap darurat daerah.
“Materi hari ini membahas sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi, mulai dari perubahan iklim, abrasi pantai, hingga perlindungan sektor pertanian, seperti tanaman tembakau yang rawan erosi. Kami mendorong seluruh peserta untuk siap menghadapi bencana, baik skala besar maupun kecil,” ujarnya
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan alat-alat penanggulangan bencana, seperti perahu karet, yang harus disiagakan secara profesional meski tidak selalu digunakan.
“Perahu karet memang sering tidak terpakai saat tidak ada bencana, (Nganggur) Namun penyimpanannya harus aman dan dalam kondisi siap pakai. Satu perahu disimpan di BPBD, satu lagi siaga di lapangan,” jelasnya.
Sri Hartati menegaskan bahwa pelantikan Destana dan Kencana bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi membangun komunitas yang tanggap, responsif, dan terlatih.
“Harapannya, seluruh anggota yang dilantik segera berperan aktif dan responsif. Kolaborasi dengan dinas terkait juga harus berjalan solid dan efektif,” tambahnya.
Sosialisasi ini menjadi refleksi nyata komitmen Pemkab Pemalang untuk tidak hanya membangun sistem penanggulangan bencana di atas kertas, tetapi juga mewujudkannya melalui aksi nyata dan pelibatan langsung masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.(S Febriansyah)