Santunan Kematian Rp3 Juta di Pemalang, Begini Rencana Pemerintah

Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, saat menghadiri peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 di Desa Sungapan, Sabtu (22/2/2025). (Dok. Ist)

Independennews.com | Pemalang – Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, menegaskan bahwa banyak persoalan di Kabupaten Pemalang yang harus segera ditangani.

Saat menghadiri peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 di Desa Sungapan, Sabtu (22/2/2025).

Ia menyoroti berbagai isu krusial, termasuk infrastruktur, pengelolaan sampah, irigasi untuk ketahanan pangan, dan pendidikan.

“Kami akan menangani sekolah-sekolah yang roboh serta daerah yang terdampak longsor,” ujar Nurkholes.

Dalam wawancara dengan wartawan, ia juga menegaskan komitmennya terhadap program santunan kematian.

Menurutnya, setiap program dalam kepemerintahannya pasti akan direalisasikan, termasuk santunan kematian yang menjadi hal baru di Kabupaten Pemalang.

Pemerintah akan menyiapkan regulasi, pendanaan, standar operasional prosedur (SOP), serta sistem pendataan untuk memastikan program ini berjalan optimal.

“Program santunan kematian akan tetap dilaksanakan sejak saya menjabat, tetapi harus didukung oleh SOP yang jelas,” tegasnya.

Sebagai informasi, salah satu program prioritas pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pemalang, Anom-Nurkholes, adalah santunan kematian sebesar Rp3.000.000. (Alwi Assagaf)

You might also like