Tiga Sekawan Berprofesi Avokad dan Wartawan Digaruk Polisi

0
170

 

INDEPENDENNEWS.COM, Asahan – Unit Tipikor Polres Asahan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap satu orang oknum advocat bersama dengan dua rekannya yang berprofesi sebagai wartawan, bertempat di Kantor Kepala Desa Bunut Seberang Jalan Keramik Dusun III Kec.Pulau Bandring Kab.Asahan, Sabtu (01/05/2021) sekitar pukul 12.30 Wib.

“Mereka bertiga yakni Julfan Iskandar SH (berprofesi sebagai oknum advocad red), Gatot Bentoro dan Boiman (berprofesi sebagai wartawan red) ditangkap saat hendak memeras 10 kepala Desa se-Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan,” ungkap Kasat Reskrim, AKP Rahmadani SH MH, Minggu (2/5).

Dikatakan AKP Rahmadani, peristiwa pemerasan tersebut mulai berawal pada bulan April 2021, saat itu ketiga pelaku mengirimkan surat somasi terkait penyalahgunaan anggaran desa tahun 2020 kepada 10 Kepala Desa se-kecamatan Pulo Bandring.

Kemudian Rahmadani menjelaskan duduk permasalahannya, saat itu para pelaku menghubungi Kepala Desa Bunut Seberang, Ruslin selaku saksi, melakukan pertemuan dengan 10 orang kepala desa se-kecamatan Pulo Bandring.

Kemudian setelah 10 orang kepala desa datang ke kantor desa Bunut Seberang, pelaku itu langsung meminta uang sebesar Rp10 juta dengan ancaman jika tidak dituruti maka kasus akan dilanjutkan ke Kepolisian dan Kejaksaan, jelas Rahmadani.

Dirinya mengungkapkan, para Kepala Desa yang saat itu merasa terancam hanya menyanggupi uang sebesar Rp 3 juta sebagai panjar dari yang diminta para pelaku.

“Merasa diancam oleh para pelaku, maka salah seorang Kepala Desa Sukadamai Barat Misgianto langsung membuat laporan pengaduan kepada pihak Kepolisian,” ungkap Rahmadani.

AKP Rahmadani juga menjelaskan, atas laporan pengaduan tersebut, Unit Tipikor Polres Asahan yang dipimpin Kanit Tipikor Ipda Arbin Rambe, melakukan tangkap tangan terhadap ketiga pelaku tersebut.

“Selain mengamankan para pelaku, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti amplop berisi uang sebesar Rp3.000.000, 3 lembar kartu pers, 2 lembar kartu organisasi Peradi atasnama Julfan Iskandar SH, 10 examplar dokumen sistem informasi desa, 1 unit mobil BK 1592 AAD dan 2 unit HP,” jelasnya.

Mengakhiri, Kasat Reskrim Polres Asahan menambahkan, atas perbuatan tersebut, ketiga pelaku akan dijerat dengan Pasal 368 ayat 1 KUHPidana tentang pemerasan dengan ancaman penjara paling lama sembilan tahun. (SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here