Independennews.com – Pemerintah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan pembahasan strategi pertumbuhan ekonomi daerah serta evaluasi dukungan terhadap Program Nasional 3 Juta Rumah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 11 Agustus 2025, melalui Zoom Meeting dan di Ruang Rapat Setda Kabupaten Kaur.
Rakor dipimpin oleh Plh Asisten II Setda Kaur, Syalehjon, dan dihadiri oleh Inspektur Daerah, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Bagian Ekonomi, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop), serta unsur terkait lainnya. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, membuka acara secara virtual dan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengendalikan laju inflasi serta menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dalam paparannya, Syalehjon menekankan bahwa pengendalian inflasi harus dilakukan secara terukur melalui strategi konkret, antara lain menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok, mengoptimalkan distribusi logistik, serta menggelar operasi pasar bila diperlukan. Ia juga menyoroti perlunya penguatan sektor unggulan daerah, seperti pertanian, perikanan, pariwisata, dan UMKM, sebagai penggerak utama perekonomian.
“Pemkab Kaur berkomitmen memberikan dukungan maksimal kepada para pelaku usaha melalui penyediaan modal usaha, program pelatihan, fasilitasi perizinan, hingga promosi produk unggulan daerah. Kami juga akan memastikan setiap program berjalan selaras dengan target nasional,” ujar Syalehjon.
Evaluasi terhadap Program 3 Juta Rumah menjadi bagian penting dalam rakor ini, mengingat penyediaan hunian layak merupakan salah satu penopang kesejahteraan masyarakat dan pendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pemkab Kaur memastikan koordinasi lintas sektor terus diperkuat, mulai dari pendataan kebutuhan, penyediaan lahan, hingga fasilitasi pembangunan.
Melalui rakor ini, diharapkan tercipta langkah-langkah strategis yang efektif dalam menekan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, serta mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah. Pemerintah menegaskan bahwa sinergi seluruh pemangku kepentingan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan. (Hendri)