Lapo Tuak di Naga Saribu I itu Ternyata Sudah Berkali-kali Ditegur Pemerintah Desa

0
293
Salah satu Cafe Remang yang menyamar sebagai Lapo Tuak di Desa Naga Saribu I, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbahas

IndependenNews.com, Humbahas | Pemerintah Desa Naga Saribu I, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) saat menanggapi polemik berdirinya Lapo Tuak di sekitaran Jl Lintas Doloksanggul-Siborongborong, mengaku sudah sering menegur pemilik Lapo Tuak tersebut.

Dalam keterangan pers yang diterima dari salah satu Perangkat Desa Naga Saribu I yang tak disebutkan namanya, Selasa (12/9/2023), diakui bahwa Lapo Tuak tersebut memang kerap dipermasalahkan warga sekitar karena mengganggu ketertiban umum.

Sehingga kemudian, pemerintah desa sudah berkali-kali memberikan teguran tertulis maupun lisan terhadap pemilik Lapo Tuak tersebut, namun tak kunjung di gubris.

“Anggo peringatan do Lae, baik tertulis maupun lisan, sudah bukan hanya 1, 2, atau 3 hali¬† ¬†hami baen. Alai dang diterge. (Kalau soal peringatan Lae, baik tertulis maupun lisan, sudah bukan hanya 1, 2, atau 3 kali kami buat. Tapi mereka seakan tak peduli)”, ujar Perangkat Desa Naga Saribu I.

Ditambahkannya, hanya dalam satu hari ini saja, pihak pemerintah desa sudah kembali memberikan teguran tertulis untuk dua buah Lapo Tuak di sekitaran lokasi tersebut.

Disinggung mengenai kejelasan tempat hiburan tersebut apakah berupa Lapo Tuak atau berupa Cafe seperti yang informasi yang di dapat dari masyarakat selama ini, Perangkat Desa itu mengakui bahwa memang tempat itu adalah merupakan Lapo Tuak. Namun menurut pengakuan dia, situasi atau aktivitas di dalam Lapo Tuak tersebut sudah menyamai aktivitas di Cafe.

“Kita sudah ingatkan agar tutup sebelum jam 22.00 WIB. Tapi terkadang laporan masyarakat, mereka (Lapo Tuak) tersebut masih sering beroperasi hingga dini hari”, sambungnya.

Perangkat Desa tersebut juga mengaku belum menerima laporan terkait isu yang mengatakan tentang adanya dugaan atau indikasi penyediaan PSK di lokasi.

“Belum ada laporan ke kita tentang hal itu (penyediaan PSK), yang kita terima memang mereka layak ditutup karena sangat menggangu ketertiban umum”, tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa ada laporan dari masyarakat sekitar yang mengaku sangat terganggu akibat aktivitas dari Lapo Tuak tersebut. Lapo Tuak itu dituduh beraktifitas layaknya tempat hiburan malam bak cafe remang.

“Mereka berpesta, mabuk-mabukan. Musik mereka menggelegar hingga kadang jam 2, kadang jam 4, dini hari”, ujar salah satu orang tua, yang istirahatnya diakunya sering terganggu akibat aktivitas Lapo Tuak tersebut.

 

 

(Tinton)

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here