Lapas Kelas III Dabo d Dukung Dirjen PAS 2020 Tingkatkan Kwalitas Layanan pembinaan

0
54

LINGGA, INDEPENDENNEWS.COM –Lapas kelas III Dabosingkep, melaksanakan Media Gathetring bersama awak media untuk menjalankan program Dirjen PAS dengan tema, ” Resolusi Pemasyarakatan tahun 2020 yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia, melalui video conference (Vicon), guna meningkatan kualitas layanan permasyarakatan, Kamis (27/2/2020)

Dalam vicon yang ditayangkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dabo Singkep, bahwa Dirjen PAS menyampaikan 15 poin resolusi pemasyarakatan di tahun 2020.

Resolusi yang disampaikan seperti pemberian remisi umum sebanyak 142.555 orang. Pemberian program integrasi seperti pembebasan bersyarat 40.377 orang, CMB 2.285 orang, CB 11.381 orang, CMK 585 orang, dan Asimilasi 14.730 orang.

Kemudian pelaksanaan rehabilitasi medis sebanyak 4.000 orang, pelaksanaan rehabilitasi sosial sebanyak 17.540 orang, pemberian makan siap saji pada 2 wilayah (Tanggerang dan Nusakambangan) (Permenkumham nomor 26 tahun 2019), pencegahan penyakit menular.

Namun dari 15 poin yang disampaikan oleh Ditjen PAS ada beberapa poin yang belum bisa terpenuhi di Lapas Kelas III Dabo Singkep, dikarenakan keterbatasan anggaran.

“Namun demikian sejumlah keterbatasan di Lapas kelas III Dabo, bukan suatu penghambat, kita akan berusaha memenuhi segala bentuk kekurangan yang ada di Lapas Kelas III Dabo Singkep,” kata Kalapas Kelas III Dabo Singkep Dewanto melalui Pengelola Kepegawaian Lapas kelas III Dabo Singkep Willy, Kamis (27/2/2020)

Menurut dia, masalah kesehatan pada warga binaan, pihak nya masih belum dapat melayaninya dengan maksimal,

“Hal itu karena ketidak tersediaan tenaga medis, khusus menangani kesehatan di Lapas, kami sudah melakukan perjanjian kerjasama dengan Dinas kesehatan yang sudah dimulai pada tahun 2019 lalu, jika ada gangguan kesehatan dapat dilayani di Puskesmas Dabolama, ” kata Willy.

Selain itu, Lapas Kelas III Dabo Singkep juga belum dilengkapi dengan kamera pengintai atau CCTV, begitu juga dengan sarana transportasi sangat dibutuhkan, Walaupun sarana di transportasi sudah di uaulkan sejak 2017 kemarin hingga kita masih belum terialisasi

“Jadi ketika ada Warga Binaan yang sakit terpaksa kita menghubungi ambulance. Dan jika terdesak kita meminjam mobil milik DPRD Lingga,” tutup willy. ( Juhari )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.