IndependenNews.com | Sulawesi – Kementerian Agama Kota Parepare, Sulawesi Selatan, melibatkan dua non-Muslim sebagai petugas untuk melayani jamaah calon haji daerah itu. Mereka bertugas membawakan barang bawaan jamaah ke asrama haji Makassar. Sabtu (18/05/24)
Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Parepare, Fitriadi, dengan bangga mengakui bahwa pihaknya mempekerjakan dua petugas nonmuslim. “Mereka sudah dua tahun kita butuhkan tenaganya pada pelayanan barang bawaan jamaah calon haji Parepare,” ujar Fitriadi, Senin (13/5/2024), dilansir dari Kompas.com.
Menurut dia, pelibatan dua nonmuslim itu merupakan bentuk toleransi umat beragama di lingkungan Kemenag Kota Parepare. Kedua petugas haji non-muslim itu adalah Dominggus yang beragama Kristen dan Yohanis beragama Katolik.
Dijelaskan, kedua petugas haji ini cekatan dan telaten saat menjaga dan menyusun koper jemaah calon haji. Mereka mengurutkan barang bawaan sesuai urutan nomor bus yang akan digunakan calon jamaah haji yang akan berangkat ke asrama haji.
Dua nonmuslim ini mengaku sangat senang dan terharu bisa dilibatkan dan dipercaya sebagai petugas haji Kota Parepare. “Bukti toleransi dan moderasi beragama di Kemenag Kota Parepare, Sulawesi Selatan terjaga sejak dulu,” kata Dominggus di sela aktivitasnya menyusun koper jamaah calon haji.
Hal yang sama dikatakan Yohanis. Tak hanya senang, Yohanis merasa bangga bisa membantu calon jamaah haji. “Kalau ditanya senang, saya selalu senang membantu. Namun gaung toleransi dan moderasi umat beragama sudah semakin nyata di Parepare. Khususnya di Kantor Kementrian Agama Kota Parepare ini,” terang Yohanis.
Bagi dia, membantu keberangkatan calon jemaah haji bukan hanya soal agama dan keyakinan. “Kami hadir bukan karena persoalan agama dan keyakinan. Memberikan pelayanan keberangkatan jamaah calon haji didasari atas negara. Kami hadir atas nama negara,” ungkapnya bangga.(man)