Independennews.com | Pemalang – Acara Panyerahan Santunan kepada ahli waris korban pohon tumbang, diawali dengan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan penampilan dari penyandang disabilitas yang menyayikan lagu “Jangan Menyerah”. Suasana haru terasa saat lagu penuh makna itu menggema di Pendopo. Pemerintah Kabupaten Pemalang, bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia. Menyerahkan bantuan pada korban pristiwa pohon tumbang yang terjadi di Komplek Alun-alun Pemalang, menjelang Salat Idul Fitri 1 syawal 1446 Hijriah 2025, Senin (31/3/2025.
Acara yang digelar di Pendopo Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (5/4/2025) pukul 15.45 WIB. Ini dihadiri oleh Menteri Sosial RI Drs. KH. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, S.E., M.M., Wakil Bupati Norkholes, S.H., M.Si., Kepala Dinsos, Drs. Mu’minun, M.M., jajaran Forkopimda, OPD, terkait, serta keluarga ahli waris.
Dalam sambutannya Bupati Anom Widiyantoro, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi yang merenggut nyawa tersebut. “Kami sangat berduka, dan turut berbela sungkawa sebesar-besarnya atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah Kabupaten Pemalang,” ucapnya.
Bupati Anom menegaskan bahwa Pemkab telah bertindak cepat dalam penanganan darurat pascabencana, termasuk menanggung seluruh pengobatan. “Kami sudah menginisiasi penanganan medis sejak hari pertama, dan semua biaya ditanggung penuh oleh Pemkab Pemalang,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan perhatian pemerintah tidak hanya berhenti pada aspek kesehatan, termasuk juga pendidikan. “Untuk anak-anak korban yang kehilangan orang tua, kami sedang menyusun pola bantuan agar mereka bisa tetap sekolah,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Menteri Sosial RI Drs. KH. Saifullah Yusuf yang disapa Gus Ipul, menyerahkan bantuan senilai total Rp426.282.570 yang terdiri dari:
●Bantuan ATENSI sebesar Rp15.949.910 untuk kepenuhan hidup layak dan kewirausahaan.
●Buffer Stock Lambung Sosial senilai Rp274.284.250 yang meliputi 2 unit penjernih air, 600 makanan siap saji, 140 kasur, 50 selimut, 20 tenda gulung, 70 paket famili kit, 160 paket kid ware, dan tenda keluarga portabel.
Dalam sesi wawancara dengan awak media usai acara, Bupati mengatakan bahwa total korban 22 orang, dengan empat di antaranya meninggal dunia. Ia juga menyampaikan penataan ulang kawasan Alun-alun Pemalang, sebagai bagian dari transformasi wajah kota yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Lebih jauh, Bupati Pemalang mengungkapkan bahwa Pemkab telah menyampaikan proposal, pembangunan Sekolah Rakyat kepada Kementerian Sosial.”Kami ingin program ini menjadi prioritas di Pemalang, sebagian dari ikhtiar menurunkan angka kemiskinan ektrem dan meningkatkan IPM,” ujarnya.
Iya juga meyinggung pentingnya ketepatan data dalam menyalurkan bantuan. “Single data harus benar-benar di manfaatkan. Jangan sampai ada penyalahgunaan. Kami akan melakukan evaluasi terhadap pendamping PKH di lapangan Pendamping PKH juga akan kami evaluasi sesuai arahan Komensos,” tegasnya.
Menambahkan keterangan Bupati Pemalang Anom, Kepala Dinas Sosial Pemalang, Drs. Mu’minun, M.M., bahwa Pemkab telah mengajukan proposal pembangunan Sekolah Rakyat kepada Kementerian Sosial.
“Lahan seluas 5,05 Hektare telah disiapkan di wilayah Bojongbata, Pemalang. Tagetnya sekolah ini akan mempu menampung sekitar 1000 siswa, di tingkat SLTP dan SLTA Tahun ini kita mulai membangun fisik, dan tahun depan insyaAllah bisa digunakan belajar mengajar,”
Menurutnya, sekolah ini dirancang untuk ruang pembelajaran alternatif bagi masyarakat miskin dan rentan, sekaligus bagian dari upaya trategis pemerintah daerah dalam membebaskan Pemalang, dari lima besar zona kemiskinan besar di Jawa Tengah. (S Febriansyah)