IndependenNews.com | Pemalang – Taman Patih Sampun, salah satu ruang terbuka hijau strategis di pusat Kota Pemalang, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Jumat Bersih yang digelar Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos KBPP) Kabupaten Pemalang, Jumat pagi (20/6/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Pemalang Resik, Hijau, dan Apik” yang diinisiasi oleh Bupati Pemalang.
Aksi bersih-bersih dipimpin langsung oleh Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Triyatno Yuliharso, S.IP., M.P., didampingi Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Waluyo, S.STP., M.P. Seluruh pejabat struktural, fungsional, serta staf Dinsos KBPP turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Fokus pembersihan mencakup area taman, jalur pedestrian, mushola, dan ruang bermain anak. Selain menjaga kebersihan dan keindahan kota, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan ruang publik yang nyaman, aman, dan ramah anak.
Tanpa seremoni, seluruh aparatur turun langsung ke lapangan untuk menyapu, mengangkat sampah, hingga menata ulang fasilitas umum. Semangat gotong royong ini mencerminkan bentuk pelayanan publik yang membumi dan partisipatif.
Dalam keterangan tertulis melalui WhatsApp, Kabid PPPA Triyatno Yuliharso menekankan pentingnya tata kelola taman sebagai ruang sosial warga.
“Masyarakat yang menunggu angkutan umum, pelajar, dan anak-anak kini merasa lebih nyaman untuk beristirahat dan bermain. Tempat ibadah di sekitar taman pun bisa dimanfaatkan secara lebih tenang dan layak,” ungkapnya.
Kini, Taman Patih Sampun kembali hadir sebagai ruang hijau yang bersih, tertata, dan fungsional. Dampaknya dirasakan langsung oleh warga, khususnya pelajar, anak-anak, serta pengguna fasilitas umum lainnya.
Triyatno juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan taman kota dengan membuang sampah seperti botol bekas minuman, kantong plastik, dan sampah lainnya ke tempat yang telah disediakan.
Kegiatan ini menjadi cerminan pelayanan publik yang tak hanya hadir melalui regulasi, tetapi juga lewat aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sebuah langkah sederhana namun bermakna dalam mewujudkan Pemalang yang lebih humanis, bersih, hijau, apik, dan berdaya.
(S. Febriansyah)