Jemaah Karimun Tiba di Tanah Air, Satu tinggal di Arab Saudi dalam perawatan dokter

0
864
Bupati Karimun, Aunur Rafiq

Karimun-Jemaah Haji Asal kabupaten Karimun telah kembali ketanah Air. Tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu (18/9/2016) Pukul 09.00 WIB.

Bupati Karimun, Aunur secara khusus menyambut langsung para jemaah haji tersebut di Bandara Hang Nadim, Batam.

Rafiq mengatakan seorang jamaah haji atas nama Hajah Aminah terpaksa ditinggalkan di Arab Saudi karena dalam perawatan dokter atau dirawat di rumah sakit dan belum diperkenankan pulang ke tanah air.

“Mari bersama-sama kita doakan ibu hajah aminah agar cepat sembuh dan bisa pulang bersamaan dengan kloter jamaah haji indonesia lainnya.

“Untuk sementara, jemaah haji Karimun yang pulang ke tanah air , sebanyak 127 orang, karena satu dari antara mereka belum diperbolehkan pulang dan masih dalam perawatan di rumah sakit di Arab Saudi.”ujar Rafiq saat memberikan sambutan di Masjid Agung Kabupaten Karimun, jalan Poros, TanjungbalaiKarimun, Minggu sore, seperti di lansir Tribunnews

Rafiq berharap jamaah haji mengambil pelajaran yang berharga dari 40 hari pelaksanaan ibadah haji di tanah suci. keburukan selama pelaksanaan haji tidak diceritakan, ia khawatir hal itu akan membuat takut para calon haji Karimun lainnya di masa akan datang, sehingga tidak mau berangkat haji meski sudah mampu secara materi.

“Ceritakan yang baik-baik saja, dorong dan semangati masyarakat lainnya untuk segera berangkat menunaikan ibadah haji, yang buruk-buruknya disimpan saja, nanti kalau diceritakan, warga jadi takut mau naik haji,” kata Rafiq.

Sementara itu, seorang perwakilan jamaah haji, Nasrum mengatakan banyak suka dan duka yang dialami jamaah haji asal Karimun selama di tanah suci, Mekah dan dan Madinah. Salah satunya suhu yang cukup ekstrem, tembus mencapai angka 50 derajat Celcius.

Namun di satu sisi, dirinya merasakan sangat berat saat harus meninggalkan tanah suci untuk kembali ke tanah air. Ada ketakutan, ia akan kembali tergoda dengan maksiat-maksiat dunia yang ia tidak pikirkan selama berada di tanah suci, Mekah dan Madinah.

“Selama 40 hari melaksanakan ibadah haji, saya dan kawan-kawan jamaah haji karimun lainnya merasakan begitu ditempa menjadi hamba Allah SWT yang taat dan tidak memikirkan dunia. Bagaimana lautan manusia dengan pakaian serba putih berkumpul di padang arafah, seakan-akan kita tengah berada di padang mahsyar menunggu pengadilan Allah SWT. Berat hati rasanya. (Tribunnews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here