Grib Jaya DPC Pemalang Gelar Rapat Terbatas Kesuksesan Program Pemkab Sulap Eks TPA Pesalakan Jadi Sport Center

DPC Grib Jaya Pemalang, Pastikan Pro-Rakyat Gelar Rapat Terbatas Sukseskan Program Pemkab Eks TPA Pesalakan Jadi Sport Center

Independennews.com | Pemalang – DPC Grib Jaya (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu) Kabupaten Pemalang. Menggelar rapat terbatas untuk merumuskan langkah starategis, dalam mendukung penuh, tranformasi eks Tempat Pembuangan Air (TPA) Pesalakan Menjadi Sport Center dan ruang hijau. Rapat yang berlangsung, (9/4/2025) pada malam hari digelar disalah satu kafe yang terletak di Jl. dr Cipto Mangunkusumo, Kaligelang, tersebut melibatkan jajaran inti dan pemimpin PAC se-Kabupaten Pemalang, sebagai wujud keseriuasan ormas ini mengawal arah pembangunan yang pro-rakyat.

Rapat dihadiri oleh Ketua Grib Jaya DPC Pemalang, Muliadi dan jajaranya perwakilan dari seluruh PAC se-Kabupaten Pemalang. Grib Jaya (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu) sebagai organisasi masyarakat, menyatakan komitmennya untuk mengawal akspirasi rakyat dan memastikan keperpihakan pemerintah kepada masyarakat.

Dalam sesi wawancara dengan awak media seusai rapat berlangsung. “Kami Grib Jaya, sepenuhnya mendukung program revitalisasi TPA Pesalakan. Tapi kami pastikan satu hal: tidak boleh ada sampah baru yang masuk ke sana. Kalau sampai terjadi kami akan berdiri menjadi garda paling depan untuk menolaknya,” ujar Muliadi.

“Dimamika di lapangan , termasuk menyoroti sebagian warga yang menolak penutupan permanen TPA karena belum sepenuhnya memahami arah program pemerintah Mayarakat menolak karena belum paham arah kebijakan ini. Padahal pemerintah hadir untuk menjadikan tempat itu lebih baik. Maka perlu ada esukasi, bukan hanya intruksi,” tegas Muliadi.

“Penolakan itu lahir dari ketidaktahuan, bukan dari niat tidak menghambat pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah perlu menjelaskan secara detail, bahwa tidak akan ada sampah yang baru dibawa masuk. Justru ada rehabilitasi total menuju zona hijau,” jelasnya.

Grib Jaya akan menerapkan dua strategi. Pengawalan partisipasif dan pengawasan sosial.Dukungan diberikan selama program berpihak kepada rakyat. Namun apabila janji pemerintah tidak ditepati, Grib Jaya siap menjadi penyalur aspirasi warga.

“Kalau pemerintah baik, kami garda depan pengawalnya. Tapi kalau rakyat dihianati, kami pun kami pun akan berdiri digaris yang sama untuk menolak. Kami bukan menonton. Kami pelaku sejarah bersama rakyat,” kata Muliadi.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal program pemerintah dan merespon aspirasi warga, DPC Grib Jaya akan menggelar apel besar pada minggu pagi di kawasan pesalakan, melibatkan lebih dari 1000 personel dari seluruh PAC Grib se-Kabupaten Pemalang.

“Kehadiran 1.000 pasukan ini tidak hanya simbol kekuatan, tapi bukti bahwa Grib Jaya, hadir sebagai pagar sosial masyarakat. Kami siap menjaga proses, mengawal janji pemerintah, dan memastikan tidak ada sampah baru yang masuk ke Pesalakan,” tambah Muliadi.

Dengan bergulirnya program ini, kawasan yang dulunya menjadi momok akibat penumpukan sampah, kini berpeluang besar menjadi simbol peradaban baru. Sehat, ramah lingkungan, dan produktif. (All Assagaf_&_S Febriansyah)

You might also like