Dari Mimbar ke Layar Visual, Santri Jateng Belajar Dakwah Sinematografi

Independennews.com | SEMARANG – Suasana Masjid Agung Jawa Tengah, Senin (8/9/2025), tampak berbeda. Di antara lantunan doa, para santri tampak sibuk mengatur tripod, kamera, hingga pencahayaan. Mereka mengikuti pelatihan sinematografi bagi santri pondok pesantren, program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng untuk menjembatani dakwah dengan media modern.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, hadir langsung mendampingi santri. Ia menekankan pentingnya menguasai dakwah visual.
“Santri harus belajar memvisualisasikan dakwah agar lebih mudah diterima, tidak membosankan. Di era digital, dakwah tidak cukup hanya ceramah lisan,” tegas Gus Yasin.

Ketua Baznas Jateng, Ahmad Darodji, menambahkan, sinematografi bukan sekadar soal kamera. Santri diajarkan merangkai cerita, memilih sudut pandang, hingga meramu musik agar pesan lebih menyentuh.
“Visual adalah bahasa universal. Kita ingin mencetak sineas santri yang kreatif,” ujarnya.

Baznas Jateng mencatat, hingga kini sudah 13.879 orang dilatih dalam 23 jenis program, termasuk sinematografi. Semua diarahkan pada pembangunan SDM pesantren yang unggul.

Para santri pun antusias. Vicky dari Ponpes Amtsilati Jepara berharap media pesantren semakin maju. Ahmad dari Ponpes Karang Santri, Temanggung, mengaku ilmu yang diperoleh langsung bermanfaat bagi tugas dokumentasi di pesantrennya.

Wakil Ketua Lesbumi NU Jateng, Abdullah Ibnu Thalhah, menegaskan program ini sudah berjalan dua angkatan dengan lebih dari 200 peserta. Menurutnya, geliat baru santri kini nyata: mimbar dakwah bergeser dari podium masjid ke layar visual.

“Dari balik kamera, santri bukan hanya merekam gambar, tetapi juga merekam harapan. Dakwah kini bisa menjangkau semua kalangan,” tutupnya.

You might also like