Bekali Pemkab Bolaang Mongondow Utara Kelola Inovasi, Kepala BSKDN Harap Peran OPD Lebih Maksimal

0
211
Foto : BSKDN Kementerian Dalam Negeri membekali Pemkab Bolaang Mongondow Utara Sulut di Kabupaten Bolmut, Kamis (13/10/ 2023)

IndependenNews.com, Bolaang Mongondow Utara | Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membekali Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam mengelola inovasi. Upaya pengelolaan inovasi itu bisa dilakukan dengan memaksimalkan peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayahnya. Peran OPD yang maksimal akan meningkatkan perkembangkan inovasi baik secara kuantitas maupun kualitasnya.

“Perhatian dan dukungan dari setiap OPD, terutama pimpinan OPD harus terus dimaksimal untuk mendorong OPD berkreasi dan berinovasi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” ungkap Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo saat menyampaikan paparannya di Kabupaten Bolmut pada Kamis, 12 Oktober 2023.

Dia melanjutkan, upaya memaksimalkan peran OPD dapat ditempuh dengan menjadikan inovasi sebagai bagian dari perjanjian kinerja para pimpinan OPD dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dengan jumlah minimal 3 inovasi per tahun. Yusharto juga menyarankan agar dilakukan coaching clinic pengelolaan inovasi guna meningkatkan nilai kematangan inovasi yang dihasilkan OPD.

Menyelenggarakan lomba inovasi di daerah juga dapat memotivasi OPD untuk berlomba-lomba menciptakan inovasi terbaik. Upaya tersebut diharapkan dapat membentuk ekosistem inovasi yang kuat. “Meningkatkan inovasi salah satunya bisa dengan menyelenggarakan lomba inovasi antar OPD misalnya, kita berikan penghargaan  kepada inisiator dan pelaksana inovasi,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2023, inovasi Kabupaten Bolmut mengalami kenaikan dari skor 43,75 menjadi 48,76. Kendati kenaikannya sangat terbatas, namun Yusharto tetap mengapresiasi setiap upaya Pemkab Bolmut dalam meningkatkan inovasinya.

“Masih sangat terbatas dari sisi jumlah dan kualitas di mana dilaporkan sebanyak 11 inovasi dengan nilai evaluasi mandiri sebesar 56. Namun setelah dilakukan validasi oleh UI (Universitas Indonesia) dan UGM (Universitas Gadjah Mada)  mengalami penurunan berkisar skor 48,76,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, Yusharto mengatakan, pihaknya siap membantu Pemkab Bolmut menyelesaikan masalahnya dengan  penerapan aplikasi Pusat Jejaring Inovasi Daerah (Puja Indah). Aplikasi berbagi pakai ini dapat dimanfaatkan untuk memperkaya pengetahuan inovasi, sehingga upaya pengelolaan inovasi menjadi lebih luas dan beragam.

“Berbagai layanan Puja Indah dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekosistem inovasi di daerah, termasuk di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang ke depannya akan semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here