Singgih Buka Suara Soal Pompa Rp600 Juta: Perumda Air Minum Kota Tegal Terus Berbenah

Independennews.com | Kota Tegal – Proyek pompa pendorong milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal kembali menuai sorotan. Pompa yang berlokasi di Jalan Sangir ini, diklaim untuk menjamin kelancaran distribusi air ke pelanggan, justru memicu gelombang kritik dari masyarakat.

Meski Perumda bersikukuh proyek bernilai Rp600 juta itu berjalan sesuai harapan, sejumlah warga menilai sebaliknya. Mereka menyebut pompa tersebut tidak memberi dampak signifikan, karena aliran air di rumah-rumah masih belum normal tanpa bantuan pompa tambahan (sanyo).

“Sudah lebih dari setahun diujicoba, ini namanya akal-akalan!” geram seorang warga yang enggan disebut namanya.

Keluhan serupa datang dari pelanggan di Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur. Mereka menyesalkan harus menanggung beban listrik tambahan akibat terus-menerus mengoperasikan sanyo.

“Air di wilayah kami tanpa bantuan sanyo tidak keluar. Ini menambah pengeluaran biaya listrik,” ujar salah satu warga.

Klarifikasi dari Perumda Tirta Bahari

Menanggapi derasnya kritik, Kepala Bagian Teknik Perumda Air Minum Tirta Bahari, Singgih Yulianto, angkat bicara. Ia menjelaskan, pengadaan pompa pendorong merupakan bagian dari respon Perumda terhadap aspirasi masyarakat yang menuntut pemenuhan standar layanan “4K”: Kualitas, Kuantitas, Kontinuitas, dan Keterjangkauan.

“Fokus utama kami adalah kontinuitas, memastikan aliran air sampai ke pelanggan secara normal dan tidak tersendat,” tegas Singgih saat ditemui di sebuah kafe di Kota Tegal, Kamis (25/9/2025).

Menurutnya, pompa yang dipasang telah berfungsi optimal untuk mengatasi tekanan rendah di sejumlah titik. Ia juga menegaskan, Perumda tidak akan berhenti berinovasi.

“Inovasi dan teknologi akan terus berkembang. Kami akan mengembangkannya sejauh dibutuhkan masyarakat Kota Tegal. Masukan pelanggan adalah input terbaik untuk perbaikan layanan,” tambahnya.

Solusi Jangka Panjang

Singgih mengakui, keberadaan pompa pendorong bukanlah solusi final. Pihaknya tengah menyiapkan langkah lanjutan, termasuk pembangunan tandon sirkular untuk memperkuat sistem distribusi.

“Pompa ini memang sudah berfungsi, tetapi untuk mencapai target maksimal diperlukan tambahan unit lain. Kami akan terus menambah kapasitas sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Proyek pompa pendorong senilai Rp600 juta ini disebut sebagai hasil studi banding ke PDAM maju dengan kondisi geografis serupa. Target ambisius Perumda Tirta Bahari adalah menghadirkan layanan air bersih yang merata, bahkan hingga ke wilayah paling terpencil di Kota Tegal.

“Walau terkesan mustahil, kami akan berusaha agar masyarakat di ujung kota pun bisa merasakan aliran air dari Perumda Tirta Bahari. Harapannya, tidak ada lagi warga yang merasa dikecewakan,” pungkas Singgih.(suherman)

You might also like