Independennews | Semarang – Suasana hening penuh konsentrasi mewarnai Balairung Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), tempat berlangsungnya pertandingan catur Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX Jawa Tengah 2025. Namun di balik kesunyian papan hitam putih, semangat justru menyala lewat layar digital. UPGRIS menyiarkan secara langsung seluruh laga dari 14 nomor yang dipertandingkan, membuka akses bagi pecinta catur di mana pun berada.
Ketua Panitia Penyelenggara, Buyung Kusumawardhana, menjelaskan bahwa publik dapat mengikuti jalannya pertandingan melalui kanal YouTube resmi Universitas PGRI Semarang. “Kita siarkan streaming, sekaligus menyediakan ruang transit untuk menonton. Dengan begitu, official maupun atlet bisa memantau jalannya pertandingan,” ujarnya.
Langkah ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga keterbukaan. Panitia menyediakan ruang khusus bagi ofisial, atlet, hingga masyarakat umum yang ingin menyaksikan langsung. Dengan cara itu, POMNAS XIX tak hanya berlangsung di arena, melainkan juga hadir di ruang publik—mulai dari gawai pribadi hingga komunitas pecinta olahraga.
Sejauh ini, menurut Buyung, pelaksanaan pertandingan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. “Selama pertandingan catur tidak ada protes. Prinsip kami adalah memberikan pelayanan terbaik, baik kepada perangkat pertandingan maupun peserta. Permintaan langsung kita siapkan,” katanya.
Bagi pecinta catur, siaran langsung ini bukan hanya memudahkan akses, tetapi juga menjadi bukti bahwa olahraga bisa menjangkau lebih banyak orang ketika teknologi dimanfaatkan secara tepat. Dari Balairung UPGRIS, atmosfer kompetisi mengalir melintasi batas ruang dan waktu, menghadirkan ketegangan setiap langkah pion, kuda, hingga menteri.
Dengan slogan “Bergerak, Berprestasi, Berdampak”, POMNAS XIX Jawa Tengah terus menyalakan semangat kebersamaan. Kali ini, giliran catur yang membuktikan bahwa olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang bagaimana mendekatkannya kepada masyarakat.(Ganang)