GMTB Desak Transparansi Anggaran dan Peningkatan Layanan Publik di Kabupaten Tegal

Independennews.com | Slawi – Gerakan Masyarakat Tegal Berdaulat (GMTB) mendesak Pemerintah Kabupaten Tegal dan DPRD agar lebih transparan dalam pengelolaan anggaran serta segera memperbaiki layanan publik. Aspirasi tersebut disampaikan dalam audiensi yang digelar di Ruang Rapat Badan Anggaran DPRD Tegal, Rabu (3/9/2025).

Koordinator Pelaksana GMTB, Nurkhisom, menegaskan pentingnya keterbukaan informasi terkait alokasi dan penggunaan APBD, termasuk rincian tunjangan anggota dewan, sebagai langkah awal menuju pemerintahan yang akuntabel.

“Masyarakat berhak tahu ke mana uang pajak mereka dialokasikan. Transparansi anggaran bukan hanya kewajiban, melainkan kunci untuk membangun kepercayaan publik,” tegas Nurkhisom.

Selain isu anggaran, GMTB juga menyoroti persoalan layanan publik yang mendesak, di antaranya pengelolaan sungai dan sampah yang dinilai belum optimal serta program kesehatan yang belum merata di seluruh wilayah.

“Sungai yang bersih dan pengelolaan sampah yang baik mencerminkan kualitas hidup masyarakat. Kami juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap program kesehatan agar seluruh warga memperoleh akses layanan yang sama,” lanjutnya.

GMTB turut menyampaikan keprihatinan terhadap kesejahteraan buruh serta kondisi objek wisata daerah yang dianggap belum menjadi prioritas pembangunan. Mereka menekankan perlunya kebijakan upah layak dan lingkungan kerja yang manusiawi.

“Buruh adalah tulang punggung perekonomian daerah. Kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian utama,” ujar Nurkhisom.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh masukan. Ia menjelaskan bahwa Pemkab Tegal telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp179 miliar untuk pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan di sejumlah ruas penting seperti Bogares, Balamoa, dan Jalingkos.

“Kami mendengar aspirasi masyarakat dan berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur serta layanan publik di Kabupaten Tegal,” kata Ischak.

Terkait usulan pembentukan Rumah Aspirasi, Ischak menyambut baik gagasan tersebut dan berjanji segera mengkaji kemungkinan realisasinya. Menurutnya, Rumah Aspirasi akan menjadi wadah komunikasi yang lebih intensif dan terbuka antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami ingin mendengar langsung suara masyarakat. Rumah Aspirasi akan menjadi jembatan yang menghubungkan pemerintah dengan rakyat,” pungkasnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi momentum penting menuju pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. GMTB sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi yang sudah disampaikan agar benar-benar ditindaklanjuti.
(Suherman)

You might also like