Independennews.com | Pemalang – Rencana aksi demonstrasi yang akan digelar oleh Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu pada 4 September 2025 di depan Pendopo Kabupaten Pemalang terus mendapatkan sorotan luas dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Perhatian atas aksi tersebut turut datang dari Aris Ismail, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang. Politisi muda dari Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, baik menjelang maupun saat aksi berlangsung.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga ketenangan dan ketertiban. Sampaikan aspirasi dengan tertib, tanpa merusak tatanan yang sudah berjalan,” ujar Aris Ismail, Jumat (28/8/2025).
Ia juga berharap aparat keamanan dari TNI dan Polri dapat mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif, demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga agar roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan normal.
Instruksi Internal: Fokus pada Kegiatan Organisasi, Hindari Turut Aksi
Dalam kesempatan yang sama, Aris menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota Pemuda Pancasila MPC Pemalang agar tidak terlibat dalam aksi demonstrasi tersebut dan tetap fokus menjalankan program-program organisasi yang telah direncanakan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
“Saya instruksikan kepada seluruh kader Pemuda Pancasila MPC Pemalang untuk menjaga situasi tetap kondusif. Jangan ikut aksi. Fokus pada agenda dan kegiatan organisasi,” tegasnya.
Aspirasi Adalah Hak, Tapi Harus Tetap Tertib
Menurut Aris, menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang telah dijamin dalam Undang-Undang. Namun ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan saling menahan diri agar tidak terjadi kericuhan.
“Silakan sampaikan aspirasi, itu hak warga negara. Tapi mari kita patuhi aturan dan jaga ketertiban bersama. Jangan sampai tersulut emosi yang berujung pada tindakan anarkis. Jika semua saling menahan diri, maka aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan normal,” pungkasnya.
(AL ASSEGAF)