Independennews.com | Pemalang – Peringati hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pasar Bantarbolang, Pemalang, menjadi saksi nyata semangat lingkungan hidup yang membumi. Tepat pada Kamis pagi, (5/6/2025) pukul 10.20 WIB, seluruh jajaran pengelola pasar, petugas kebersihan, dan para pedagang bergotong royong membersihkan area pasar, menyusuri drainase yang tersumbat, serta menata kembali titik-titik pembuangan sampah.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di pasar tradisional ini bukan hanya penanda agenda global, melainkan penguatan budaya kerja bakti yang sudah berjalan secara konsisten setiap hari Jumat. Hal ini sejalan dengan instruksi Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, S.E., M.M., yang mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Dalam sesi wawancara dengan awak media disela kegiatan kerja bakti, Kepala Pasar Bantarbolang, Susilo, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen berkelanjutan.
“Kalau momen ini bukan hanya momen. Kami sudah rutin kerja bakti setiap Jumat sesuai arahan Pak Bupati. Tapi karena hari ini juga Hari Lingkungan Hidup, kami maksimalkan aksi bersih-bersih ini untuk mengangkat sampah yang menyumbat drainase dan membersihkan seluruh area pasar,” ujar Susilo.
Fokus utama aksi bersih-bersih kali ini adalah pembersihan saluran air yang selama ini tersumbat oleh sampah. Petugas mengangkat limbah organik maupun non-organik, sekaligus mengedukasi pedagang dan pengunjung agar lebih tertib dalam membuang sampah.
Sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah berkelanjutan, pihak pasar juga telah menyiapkan titik-titik pemilahan sampah di sejumlah lokasi strategis. Ini bukan semata demi estetika pasar, tetapi untuk menanamkan kebiasaan memisahkan sampah sejak dari sumber. Pungkas Susilo.
“Harapan kami, pedagang dan pengunjung bisa mulai disiplin. Buanglah sampah di tempatnya, dan kalau bisa dipisahkan antara yang organik dan non-organik. Kami sudah sediakan tempatnya. Kebersihan itu bagian dari iman. Mari kita jaga pasar ini bersama-sama,” tambah Susilo.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup kali ini bukan hanya pengingat tahunan, tetapi momentum untuk mempertegas bahwa menjaga lingkungan bukan tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga, bahkan dimulai dari pasar rakyat.(S Febriansyah)