IndependenNews.com – Humbahas | Mafia kayu semakin nekad melakukan aksi penebangan di wilayah hukum Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara. Kali ini, lokasinya diduga berada di kawasan hutan lindung, yang berada di Albung, Dusun VI, Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung.
Informasi dihimpun dari saksi mata yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (31/5/2025) bahwa proses penebangan pohon di lokasi yang diduga kawasan hutan itu dilakukan pada sekitar 2 Minggu yang lalu.
Dikatakannya, penebangan itu dilakukan menggunakan gergaji mesin untuk menumbang kayu. Sementara alat berat jenis eksavator dipakai untuk mengumpulkan kayu gelondongan yang kemudian diangkut menggunakan truck Cold Diesel.
“Saat saya lihat, mereka menggunakan sinso bang. Ada juga alat berat merk Sumitomo, warnanya seperti kekuningan-kuningan gitu”, ucap narasumber memastikan.
Warga tersebut juga menambahkan, bahwa ia tidak begitu kenal dengan semua pekerja di lokasi.
“Saya tidak begitu kenal dengan mereka. Tetapi operator sinsonya saya kenal, marga Banjarnahor. Tokenya pun yang naik Avanza Putih saya kenal, dia marga Munte, orang Huta Paung”, ungkapnya.
Namun begitu, narasumber tersebut memang mengakui bahwa dirinya tidak menahu soal lokasi penebangan tersebut apakah kawasan hutan lindung atau APL.
“Kalau soal lokasi hutan atau tidak, kami ga tahu bang. Karena kami tak paham peta”, tandasnya.
Sementara pengamatan wartawan di lokasi, terlihat bekas aktivitas penebangan di lokasi. Beberapa potong kayu gelondongan tampak dibiarkan tergeletak karena belum semuanya berhasil diangkut.
Terlihat juga sebuah kolam yang debit airnya mengalami penyusutan, yang kemungkinan karena penggundulan hutan di sekitarnya.
Tak hanya itu, beberapa kilometer ruas jalan di desa itu, terlihat rusak berat karena dilindas truk bermuatan kayu.
Kades Parsingguran II Sabar Banjarnahor yang dikonfirmasi mengenai apakah ada penerbitan SKT (SKPT) di lokasi penebangan, belum memberikan jawaban.
Hingga berita ini disiarkan, Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty belum memberikan keterangannya. (Rachmat Tinton)