Bupati Demak Sambut Hangat Kunjungan Sesepuh Kadilangu dalam Pisowanan Balasan di Pendopo Satya Bhakti Praja

independennews.com | Demak – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai budaya, Sesepuh Kadilangu, HR. Muhammad Cahyo Iman Santoso bersama rombongan mengunjungi Pendopo Satya Bhakti Praja untuk mengikuti pisowanan balasan yang diselenggarakan Bupati Demak, Eisti’anah (14/5). Kunjungan ini menjadi momen penting dalam menjaga dan melestarikan tradisi serta kearifan lokal di Kabupaten Demak.

Kunjungan tersebut sebelumnya dilakukan oleh Bupati Demak beserta Wakil Bupati Muhammad Badruddin dan jajaran Forkopimda ke Kasepuhan Kadilangu di Pendopo Notobratan pekan lalu. Kedatangan Sesepuh Kadilangu disambut hangat oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Demak sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap keberadaan dan warisan budaya setempat.

Dalam kesempatan tersebut, HR. Muhammad Cahyo Iman Santoso menyampaikan rasa syukur atas kesempatan bersilaturahmi dan berharap pertemuan ini dapat membawa keberkahan. “Bertemu bersilaturahmi dalam rangka pisowanan balasan, semoga pertemuan ini membawa barokah. Budaya dan tradisi seperti ini dapat terus dilanjutkan dengan inovasi-inovasi baru tanpa menghilangkan pakem,” ujarnya.

Selain itu, Sesepuh Kadilangu juga mengundang Bupati Demak beserta jajaran untuk mengikuti prosesi penjamasan pusaka Eyang Kalijaga, yang dikenal dengan ritual ageman kotang onto kusumo dan Kyai Cerubuk. Prosesi tersebut menggunakan ramuan khusus dari empat unsur minyak: kenanga, gaharu, cempaka, dan melati dari keraton, yang dicampur dengan minyak kelentik dari pohon kelapa asal Jogjakarta.

Proses pembuatan minyak kelentik ini memiliki aturan ketat, di antaranya menggunakan kelapa yang menghadap timur, berjumlah tujuh buah, tidak menyentuh tanah, dan diolah oleh ibu-ibu yang sudah menopause atau janda yang berpuasa selama tiga hari. Hasil dari proses ini adalah sekitar 11 liter minyak yang digunakan dalam prosesi penjamasan pusaka.

Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan balasan dari keluarga besar ahli waris Sunan Kalijaga ini. “Atas nama pribadi maupun Pemerintah Kabupaten Demak, saya mengucapkan sugeng rawuh kepada Sesepuh Kadilangu dan keluarga besar ahli waris Sunan Kalijaga. Kehadiran panjenengan adalah kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami,” ujar Bupati.

Menurutnya, momen ini menjadi pengingat pentingnya menjaga akar sejarah dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan. Ia menegaskan bahwa tradisi Grebeg Besar merupakan warisan budaya yang harus terus dilestarikan sebagai bentuk syukur dan penghormatan kepada para wali, khususnya Sunan Kalijaga.

“Grebeg Besar tak hanya sebagai simbol syukur dan penghormatan, tapi juga menjadi daya tarik wisata yang mendatangkan ribuan pengunjung dari dalam dan luar daerah. Kita berharap kegiatan ini terus memberikan manfaat dan meninggalkan kesan baik bagi masyarakat, tamu, dan wisatawan,” tambah Bupati.

Acara pisowanan diakhiri dengan sambutan dari prajurit keraton Demak yang berjajar di depan pendopo dan tarian Gambyong Ilir-Ilir yang memukau. Setelah rangkaian acara selesai, rombongan Kasepuhan Kadilangu diantar pulang dengan iringan Duta Wisata Demak, menandai berakhirnya momen penuh makna ini.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen Demak dalam melestarikan budaya dan memperkuat hubungan antar sesepuh adat dan pemerintah daerah, demi keberlangsungan tradisi dan identitas lokal yang kaya akan nilai sejarah.(Dwi Saptono)

You might also like