Bupati Pemalang Tegaskan Komitmennya Atasi IPM Rendah, Sampah, dan Tata Kota di Forum Musrenbang RPJMD 2025–2029

Independennews.com | Pemalang – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, S.E., M.M., menegaskan komitmennya dalam menangani sejumlah isu krusial seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penataan wajah kota, darurat sampah, hingga penguatan pendidikan dan koperasi, Rabu (7/5/2025) Pukul 11.15 WIB, dalam agenda Musrenbang RPJMD Kabupaten Pemalang Tahun 2025–2029 yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Pemalang.

Acara bertema “Pemalang Berkemajuan” tersebut dihadiri oleh berbagai unsur strategis daerah, di antaranya Kepala Bapeda Dr. Drs. Moh Sidik, M.Si., Kepala DLH Wiji Mulyati, S.KM., perwakilan DPRD, jajaran OPD, tokoh masyarakat, serta elemen komunitas dari berbagai kalangan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan kuatnya sinergi dalam merumuskan arah pembangunan lima tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Bupati Anom menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan hadir, seraya berharap forum tersebut berjalan efektif, sebagai ruang evaluasi sekaligus proyeksi solusi atas berbagai permasalahan strategis. Ia menyinggung soal rendahnya IPM Pemalang yang masih berada di posisi bawah se-Jawa Tengah. Menurutnya, langkah serius telah diambil, termasuk dengan pengajuan program Sekolah Rakyat yang kini sedang menanti verifikasi gelombang pertama.

“Sekolah Rakyat ini adalah program prioritas nasional dari Presiden RI terpilih, Bapak Prabowo Subianto, sebagai pintu pemutus rantai kemiskinan. Harapannya, program ini dapat segera diluncurkan pada Juli mendatang bertepatan dengan 1 juni 2025 Hari Lahir Pancasila,” tegas Bupati.

Selain itu, Pemkab Pemalang juga mendorong inisiasi Koperasi Merah Putih untuk mendukung pemberdayaan masyarakat melalui jalur legalitas usaha mikro dan koperasi yang lebih kuat.

Terkait dengan tata kota, Bupati Anom Widiyantoro, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengupayakan transformasi wajah Alun-alun Pemalang, sebagai ruang publik hijau yang tidak bersifat komersial. Penataan ini dirancang untuk mencerminkan identitas kota yang bersih, rapi, dan berdaya saing ekonomi. Bupati juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendesain sistem pengaturan lalu lintas berbasis sistem blok, yang kini tengah dikonsultasikan bersama Forkopimda.

“City Walk Pemalang akan disosialisasikan dengan menggandeng komunitas sekitar. Kita ingin wajah kota memiliki sirkulasi tertata dan menjadi tempat publik yang bersahabat,” jelasnya.

Sementara itu, isu darurat sampah juga menjadi perhatian serius. Bupati meminta Kepala DLH, Wiji Mulyati, S.KM., untuk menyusun dan menandatangani data resmi harian volume sampah sebagai dasar kebijakan dan skema kerjasama dengan investor.

“Persoalan sampah ini harus kita hitung secara cermat, mulai dari jarak, sistem pengelolaan, hingga potensi produk yang bisa dihasilkan. Kita sudah anggarkan penanganan darurat dan membuka skema kolaborasi dengan investor yang tertarik,” tambahnya.

Dalam penutupannya, Bupati Anom mengajak seluruh perangkat daerah dan DPRD, untuk bergotong-royong menyusun ulang program strategis daerah melalui Musrenbang. Ia menekankan pentingnya partisipasi publik dan kerja kolektif dalam menjawab tantangan keterbatasan anggaran dan kebutuhan pembangunan yang kompleks.

“Melalui APBD, Musrenbang, dan dukungan semua pihak, kita susun arah pembangunan Pemalang yang benar-benar berkemajuan,” pungkasnya.(S Febriansyah)

You might also like