Independennews.com | Pemalang – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Pemalang, menggelar acara Halalbihalal dan santunan anak yatim dan piatu bertempat di Hotel Regina Pemalang, Minggu (27/4/2025). Kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk mempererat silahturahmi, memperkuat solidaritas, serta meneguhkan kepedulian sosial kalangan profesi apoteker.
Dalam susasana penuh kehangatan dan kebersamaan, sebanyak 50 anak yatim dan piatu dari berbagai Desa di Kecamatan Petarukan Pemalang, dan sekitarnya menerima santunan. Acara turut dihadiri oleh Anggota IAI Pemalang, pejabat Dinas Kesehatan, Kabupaten Pemalang, serta tokoh Agama KH. Mujahir Abdul Mughits, yang memberilan tausiah kebangsaan dan pembacaan ayat suci Al Qur’an.
Usai acara Halalbihalal dan santunan anak yatim dan piatu selesai, dalam sesi wawancara dengan awak media independennews.com, Ketua IAI Hakim, Kabupaten Pemalang, menyampaikan bahwa kegiatan ini, merupakan bagian dari komitmen sosial organisasi.
“Melalui Halalbihalal ini, kami berharap anggota semakin solid, rezeki semakin berkah, dan jalinan silahturahmi semakin erat,” ukap Hakim.
Ketua IAI menambahkan bahwa pemilihan anak-anak yatim dan piatau, sebagai penerima santunan diambil berdasarkan data yang valid dari beberapa desa di sekitar Kecamatan Petarukan Pemalang.
Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Kabupaten Pemang, juga menegaskan bahwa Halalbihalal bukan sekedar tradisi, melainkan sarana strategis untuk memperkuat jaringan organisasi, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat sinergi antara profesi kesehatan dan pemerintah daerah.
Dengan penuh ketertiban dan keikhlasan, acara berlangsung dalam format realigi dan sosial. “Kami ingin menjadikan santunan ini sebagai tradisi tahunan, dengan soliditas anggota yang kini mencapai 246 orang. Kami juga optimis dapat memperluas manfaat untuk masyarakat luas di masa mendatang,” tambah Hakim.
Sebagai bagian dari tenaga kesehatan yang berada di bawah binaan Dinas Kesehatan PC IAI Kabupaten Pemalang, berkomitmen untuk terus bersinergi dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berbasis nilai kemanusiaan.(S Febriansyah)