Wakil Walikota Semarang Apresiasi Komitmen P3D Semar Cakep Perjuangkan Hak Disabilitas

independennews.com | Semarang– Wakil Walikota Semarang, Iswar Aminuddin, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Paguyuban Peduli Penyandang Disabilitas (P3D) Semar Cakep atas dedikasi dan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas, khususnya penderita cerebral palsy. Hal ini disampaikan Iswar saat menghadiri kegiatan halalbihalal yang digelar oleh P3D Semar Cakep di Taman Lele, Kota Semarang, pada Jumat (18/4/2025).

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Paguyuban Peduli Penyandang Disabilitas Semar Cakep yang terus konsisten menjadi komunitas pejuang cerebral palsy,” ujar Iswar di hadapan para penyandang disabilitas, orang tua, serta jajaran perangkat daerah seperti OPD, camat, lurah, dan TP-PKK Kota Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, Iswar secara khusus memuji Ketua P3D Semar Cakep, Vita Maryunani, atas dedikasi dan semangat pantang menyerahnya dalam menggerakkan komunitas.

“Tidak berlebihan jika saya katakan bahwa Mbak Vita memainkan peran penting. Dalam setiap pertemuan bersama, yang selalu dibahas adalah komunitas Semar Cakep,” katanya.

Iswar menambahkan, Vita dikenal tak henti memikirkan nasib anak-anak cerebral palsy dan para orang tua yang tergabung dalam komunitas tersebut. Ia juga mendorong para orang tua untuk menjadikan P3D Semar Cakep sebagai ruang saling berbagi, tidak hanya informasi seputar cerebral palsy, tetapi juga dukungan moral dan emosional.

“Saya yakin, komunitas ini hadir sebagai support system bagi para orang tua yang kerap merasa tidak memiliki teman bercerita. Semar Cakep menjadi tempat bertukar pikiran, sehingga segala keresahan bisa mendapatkan pencerahan dan solusi,” terang Iswar.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen hadir dan mendampingi masyarakat yang membutuhkan, termasuk penyandang disabilitas fisik. Dukungan terhadap P3D Semar Cakep, lanjut Iswar, akan terus diperkuat.

“Panjenengan tidak sendirian. Ada Pemkot Semarang dan Semar Cakep yang siap menemani. Apa pun kondisi dan masalahnya, sampaikan saja pada Mbak Vita. Insya Allah, akan diteruskan kepada lurah, camat, Dinas Sosial, bahkan hingga ke Wali Kota Ibu Hevearita maupun saya,” tandasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan laman resmi Kementerian Sosial Republik Indonesia, cerebral palsy atau lumpuh otak merupakan gangguan sistem saraf yang berdampak pada otot, gerakan, dan koordinasi tubuh. Kondisi ini menjadi salah satu gangguan tumbuh kembang yang paling umum terjadi pada anak-anak.

Gejala cerebral palsy dapat mencakup kesulitan menggerakkan tubuh, postur tubuh yang tidak normal, gangguan berjalan, gerakan tidak terkendali, otot kaku atau lemas, tremor, hingga gerakan menggeliat yang tidak terkendali.(Dwi Saptono)

You might also like