Galian C Kembali Makan Korban, Wakil Ketua DPRD Pemalang Bakal Sidak TKP

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Aris Ismail

Independennews.com | Pemalang – H.Aris Ismail Wakil Ketua DPRD Pemalang, merespon adanya infomasi laporan dari masyarakat terkait aktivitas tambang galian C di Desa Surajaya, Kecamatan/ Kabupaten Pemalang yang dikabarkan diduga kembali menelan korban jiwa.

Wakil Pimpinan DPRD Kabupaten Pemalang tersebut dalam waktu dekat, berniat melakukan inspeksi ke lokasi galian C yang dimaksud.

“Bersama pihak terkait, kami segera melakukan sidak ke lokasi galian C tersebut,” kata Aris Ismail.

Menurutnya, agenda sidak bertujuan meninjau langsung kondisi penambangan galian C, termasuk juga menemui para pengusaha untuk menanyakan sejauh mana perizinannya, K3, dan lain sebagainya.

“Kami juga ingin melihat kondisi lingkungan sekitar penambangan galian C tersebut. Apakah ke depannya masih memungkinkan dilakukan eksploitasi atau bagaimana. Dengan harapan kejadian kecelakaan kerja maupun warga tidak ada lagi yang menjadi korban,” ujarnya.

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar itu juga meminta pihak kepolisian Polres Pemalang untuk menyelidiki terkait adanya salah seorang operator alat berat excavator yang diduga tewas di lokasi galian C tersebut.

Sebagai informasi, Salah seorang operator alat berat excavator atau alat berat dikabarkan tewas di lokasi galian C yang teletak di Desa Surajaya, Kecamatan Pemalang. Diduga akibat kecelakaan kerja.

Salah satu tokoh didesa itu kepada wartawan yang enggan disebut namanya membenarkan adanya salah satu operator alat berat tewas saat bekerja digalian C tersebut.

“Lebih kurang sekitar dua minggu lalu kejadiannya mas, dan informasi terkahir yang saya dengar operator excavator itu meninggal,” tuturnya melalui via seluler aplikasi WhatsApp, Jum’at (28/3/2025).

Saat ditanya lebih lanjut, tokoh masyarakat tersebut tidak bersedia menjelaskan kronologi dan identitas korban (operator excavator).

“Saya jarang sekali masuk ke lokasi galian, jadi untuk kronologi dan identitas korban, saya tidak tahu pasti. Coba tanyakan ke humas galian c,” jelasnya.

Selanjutnya, tim awak media konfirmasi kepada salah satu tokoh pemuda setempat yang disebut selaku humas daripada galian c.

Saat dihubungi tim awak media melalui sambungan telepon, IG (tokoh pemuda/humas) mengatakan, dirinya akan koordinasikan dulu dengan pihak manajemen atau pengelola. Tanpa menjelaskan lebih rinci, IG menyebut bahwa operator sempat dibawa ke rumah sakit dan meninggal dunia.

“Operator meninggal di rumah sakit. Nanti saya tak koordinasi dengan pengelola dulu ya,” ucap IG.

Sebagai informasi tambahan, tak jauh dari kejadian kecelakaan yang dialami oleh operator Excavator tersebut. Pada bulan Maret tahun 2021 lalu terjadi kecelakaan yang mengakibatkan dua bocah meninggal akibat terpeleset dan terjatuh dalam kubangan air bekas galian. (Al Assagaf/Us).

You might also like