IndependenNews.com, Aceh Utara | Lembaga P2TP2A Cut Meutia, Aceh utara, Satgas RPA (Rumoh Putroe Aceh), dan LBH APIK Aceh menangani kasus seksual terhadap anak dalam beberapa tahun ini, menurut data yang di dapat bahwa setiap tahunnya kasus pelecehan seksual terhadap anak di Aceh Utara terus mengalami peningkatan.
Elyati Ketua P2TP2A Lembaga yang menangani kasus pelecehan terhadap anak saat dikonfirmasi, Senin (24/7.23) mengatakan bahwa pihaknya banyak menangani kasus pelecehan seksual terhadap anak, data menunjukkan disetiap kecamatan hampir tidak pernah absen pada setiap tahunnya.
Menurutnya, penomena itu terjadi kurangnya pemahaman pada masyarakat mengenai bahayanya pelecehan seksual terhadap anak. Ia mengaku Lembaga yang dipimpinnya tersebut hanya menangani di bidang hukum nya saja, namun efek selanjutnya terhadap korban tidak di tindak lanjuti sampai psikologinya benar benar pulih.
“Dampak nya pada korban bisa menjadi pelaku penjajah seks dan berefek adanya peningkatan kasus HIV AIDS, hal ini juga diakibatkan factor ekonomi,” ucap Elyati
Sementara itu, LBH APIK Aceh, Roslina Rasyid menyinggung soal banyak nya kasus stunting atau anak kurang Gizi. menurutnya penyebab stunting berawal dari KDRT sehingga menjadi keluarga broken home yang mengakibatkan anak kurang terawat, sehingga kekurangan gizi mal nutrisi dan terlantar.
“Kebanyakan di akibat dari lingkungan keluarga yang tidak harmonis, sehinnga kebutuhan hak hidup untuk anak sudah terbatasi karena ekonomi tidak stabil dan di dapatkan dari beberapa sumber bahwa keluarga yang sudah tidak lagi bersama mereka frustasi sampai ada ketelibatan dalam penyalahagunaan narkotika,”jelas Rosalina
Dikutip dari kordinator satgas rumoh Putroe aceh syarwan meyampaikan
tidak ada tempat yang aman bagi anak-anak untuk tumbuh kembang deng baik, jika lingkungan tempat tinggal, sekolah, pondok pesantren dan tempat lainnya sudah tidak aman dari ancaman kekerasan seksual, anak-anak menjadi target kekerasan seksual, dilecehkan, di perkosa dan eksploitasi secara seksual.
Hal tersebut juga berpengaruh pada minimnya anggaran dari pemerintah dalam melaksanakan sosialisasi ke tempat-tempat pendidikan dan minimnya keterlibatan Lembaga lembaga dalam melakukan sosialisasi di kalangan masyarakat. (Iwan)