IndependenNews.com, Taput | Aktiivtas Penebangan Hutan di Dolok Martimbang masih terus berlangsung, sebelumnya belum lama ini Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Utara mengatakan bahwa pihaknya telah menghentikan aktivitas Penebangan Hutan di Dolok Martimbang.
Meskipun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Taput telah menghentikan aktivitas penebangan hutan di Dolok martimbang, namun hingga saat ini para pembalak Hutan Dolok martimbang masih terus beroperasi dengan mulus tanpa hambatan. Di duga keras Pelaku Penebangan Hutan Dolok Martimbang dibekingi oknum aparat sehingga para pelaku secara bebas menjarah hutan dolok martimbang.
“Mana Janji Heber, Penebangan Hutan Dolok Martimbang Masih berlangsung,” Demikian dilontarkan dua koordinator LSM Wilayah Tapanuli, saat memantau penebangan hutan di Dolok Martimbang, Desa Parbubu Dolok, Kec. Tarutung, Kab.Tapanuli Utara (Taput), Sumut Senin (30/1/2023)
Patar Lumban Gaol Koordinator Lembaga Pemantau dan Pemerhati Pembangunan Daerah (LP3D) menyampaikan, bahwa sebelumnya Heber Tambunan Kadis Lingkungan Hidup Kab.Taput sudah berjanji akan menyita peralatan baik mesin Cansaw dan alat berat Excavator yang digunakan pengusaha untuk menebang hutan.
Sebab menurutnya Dinas Lingkungan hidup sudah dua kali menyurati pengusaha agar menghentikan aktifitas penebangan, karena sesuai dengan aduan warga lokasi tersebut berada dikemiringan dan rawan longsor.
Akan tetapi dari pantauan beberapa kali sampai sekarang kelokasi aktifitas penebangan masih berlangsung dengan memakai alat berat excavator.
“Pak Heber sudah berjanji akan menyita alat yang digunakan, seperti mesin pemotong kayu juga alat berat excavator,”papar P.Lumban gaol
Senada, L.Stumeang dari Barisan Anti Korupsi Kolusi dan Nepotisme (BAKKIN) menyayangkan sikap Dinas Lingkungan Hidup Kab.Taput tidak melakukan pengawasan.
“Sepertinya Dinas Lingkungan tidak melakukan pengawasan, makanya kita bertanya mana janjimu Pak Heber,”ujar L.Situmeang.
Di tempat terpisah S.Bagariang (68) wanita tua yang rumahnya dipinggir kaki Dolok Martimbang dan dekat dengan lokasi penebangan mengungkapkan kekhawatirannya dengan bencana longsor.
“Kami takut lokasi itu longsor, dan kalau itu terjadi maka lokasi yang pertama ditimpa longsor adalah dusun kami,”ujar B.Sibagariang kesal
Sementara Heber Tambunan Kadis Lingkungan Hidup saat dikonfirmasi melalui Aplikasi WA menjawab akan segera turun kelokasi
“Ok bos, segera kita turun lagi,”jawab Heber
(Maju Simanungkalit)