IndependenNews.com, Aceh tenggara | Sebanyak 50 siswa kelas exclusive SMAN 1 Kutacane, mengikuti pembelajaran bahasa Inggris di wilayah wisata Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Ketambe, Aceh Tenggara (Agara), Rabu (31/08/2022).
Kepala SMAN 1 Kutacane Agara, Salihin, menjelaskan pembelajaran bahasa Inggris di wilayah wisata tersebut. Tujuannya, untuk meningkatkan mental dan potensi bahasa Inggris bagi siswa kelas exclusive di sekolah tersebut.
“Siswa-siswi ini. terdiri dari kelas X exclusive B dan kelas XII IPS exclusive, dengan sengaja di pertemukan dengan seorang turis asal Amsterdam, Madam Inggrid, yang telah menetap di TNGL Ketambe, untuk pengembangan wawasan dan pembiasaan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris,” katanya.
Dia mengatakan, selain praktek langsung berbahasa Inggris dengan warga asing, para siswa juga dapat meneliti ternak lebah jenis Trigona yang berada di kawasan wisata tersebut. Ternak lebah itu juga salah satu tujuan pembelajaran bagi siswa.
Dalam berkomunikasi bahasa Inggris dengan turis itu, kata dia, mentalnya para siswa terlihat berbakat, tetapi masih perlu untuk di bina, baik dari sisi bahasa maupun mental cara mendekati narasumbernya.
“Masih agak terlihat kaku. Namanya juga masih belajar, tentu masih banyak kekurangannya, tetapi ada juga nilai plusnya terhadap siswa-siswa ini,” akunya.
Sedangkan untuk penelitian ternak lebah, menurutnya, siswa-siswa itu sudah terbiasa melihat 50 Siswa Kelas Exclusive SMAN 1 Kutacane Ikuti English Native Speaker
IndependenNews.com-Aceh tenggara-Sebanyak 50 siswa kelas exclusive SMAN 1 Kutacane, mengikuti pembelajaran bahasa Inggris di wilayah wisata Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Ketambe, Aceh Tenggara (Agara), Rabu (31/08/2022).
Kepala SMAN 1 Kutacane Agara, Salihin, menjelaskan pembelajaran bahasa Inggris di wilayah wisata tersebut. Tujuannya, untuk meningkatkan mental dan potensi bahasa Inggris bagi siswa kelas exclusive di sekolah tersebut.
“Siswa-siswi ini. terdiri dari kelas X exclusive B dan kelas XII IPS exclusive, dengan sengaja di pertemukan dengan seorang turis asal Amsterdam, Madam Inggrid, yang telah menetap di TNGL Ketambe, untuk pengembangan wawasan dan pembiasaan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris,” katanya.
Dia mengatakan, selain praktek langsung berbahasa Inggris dengan warga asing, para siswa juga dapat meneliti ternak lebah jenis Trigona yang berada di kawasan wisata tersebut. Ternak lebah itu juga salah satu tujuan pembelajaran bagi siswa.
Dalam berkomunikasi bahasa Inggris dengan turis itu, kata dia, mentalnya para siswa terlihat berbakat, tetapi masih perlu untuk di bina, baik dari sisi bahasa maupun mental cara mendekati narasumbernya.
“Masih agak terlihat kaku. Namanya juga masih belajar, tentu masih banyak kekurangannya, tetapi ada juga nilai plusnya terhadap siswa-siswa ini,” akunya.
Sedangkan untuk penelitian ternak lebah, menurutnya, siswa-siswa itu sudah terbiasa melihat sarang-sarang lebah. Tapi yang menarik perhatian para siswa sangat senang dengan bentuk usaha ternak tersebut.
Dia menjelaskan, kegiatan English Native Speaker yang di ikuti 50 siswa kelas exclusive SMAN 1 Kutacane, di laksanakan untuk tambahan pembelajaran dan hanya di laksanakan selama dua hari dalam satu semester, jelasnya.(aliasa)-sarang lebah. Tapi yang menarik perhatian para siswa sangat senang dengan bentuk usaha ternak tersebut.
Dia menjelaskan, kegiatan English Native Speaker yang di ikuti 50 siswa kelas exclusive SMAN 1 Kutacane, di laksanakan untuk tambahan pembelajaran dan hanya di laksanakan selama dua hari dalam satu semester, jelasnya.(aliasa)