IndependenNews.com, Asahan | Indikasi kuat bahwa keberangkatan 25 Camat di Asahan menjadi olahan Kabag Pemerintahan Setdakab Asahan pasca melakukan kegiatan study tiru ke Pemerintah Kota (Pemko) Yogyakarta. Acara yang digelar pada tanggal 22 sampai 25 Juni 2022 itu terkesan mencari keuntungan.
Betapa tidak, anggaran untuk keberangkatan 25 Camat yang dikoordinir oleh Kabag Pemerintahan itu, anggaranya ditransfer Camat ke rekening pribadi milik staf Bidang Pemerintahan tersebut. Anggaran yang di transfer itu meliputi pembelian tiket pesawat pulang pergi per satu orang, Camat mentransfer sebesar Rp.5,500.000.
Lain lagi uang kewajiban, sewa hotel, makan dan minum dan lain sebagainya di transper ke rekening staf tersebut sebesar Rp.4.800.000. Dapat diperhitungkan bahwa estimasi anggaran yang ditransfer ke rekening staf Bagian Pemerintahan itu sebesar Rp.10.300.000 x 25 Camat. Berarti jumlah anggaran di transfer ke rekening staf Bagian Pemerintahan sebesar Rp.257.500.000. Demikian disampaikan sumber dari Kecamatan, Sabtu sore (24/6/2022) di Kisaran
Sumber menyebut, sementara biaya pengeluaran 25 Camat selama melakukan kegiatan study tiru adalah berikut dibawah ini. Jumlah harga tiket pesawat tidak tertera tarifnya. Biaya hotel ditaksir 15 kamar x 3 hari @ Rp.550.000, = Rp.24.750.000,. Makan dan minum katakanlah 38 orang x 300.000 x 3 hari = Rp.34.200.000,. Biaya tak terduga diperkirakan sebesar Rp.18.000.000.
Apabila diperhitungkan jumlah totalitas anggaran pengeluaran selama mengikuti study tiru adalah sebagai berikut Rp.24.750.000 + Rp.34.200.000 + Rp.18.000.000,l = Rp 76.950.000. Estimasi pengeluaran hanya berkisar sebesar Rp.70.000.000. Sementara dana di transfer ke rekening staf Bagian Pemerintahan sebesar Rp 257.500.000 dikurang Rp 76.950.000,”ucap sumber.
Maka sisa anggaran yang ditransfer ke rekening staf tersebut adalah sebesar Rp 180.550.000. Lain lagi anggaran untuk Bupati dan Wakil Bupati Asahan, Kepala Bappeda dan Kepala Dinas. Perlu dipertanyakan bahwa sisa anggaran sebesar Rp 180.550.000. untuk siapa. Apakah masuk ke bank sakunya Kabag Pemerintahan ataupun pejabat lainnya,”tanyanya.
Terkait persoalan adanya indikasi kuat adanya olahan yang dilakukan Ade Sofianita sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Setdakab Asahan, pasca dilaksanakannya study tiru ke Pemko Yogyakarta itu. Melalui Whats-App milik pribadinya, kepada awak media Ade berkomentar. Untuk Anģaran perjalanan dinas sesuai dengan DPA masing-masing Kecamatan sudah ada program kegiatan,”balas Ade, Jumat malam (23/6/2022) di Kisaran
Diakui Ade, bahwa untuk dana yang ditransfer ke Tapem adalah biaya transportasi, akomodasi dan Tapem hanya membantu untuk mengkoordinir pak. Maaf pak terlambat konfirmasi ke bapak. Izin pak untuk kebersamaan dan mempercepat proses keberangkatan dengan seluruh Camat-Camat dalam proses pembelian tiket secara bersamaan pak.
Disinggung berapa harga tiket pesawat pulang pergi rombongan dari Kabupaten Asahan ke Yogyakarta dan kenapa harga tiket pesawat itu tidak tertera secara jelas berapa nominalnya. Ade tak berkomentar. Dengan singkat Ade mengatakan ada pak. Untuk anģaran perjalanan dinas sesuai dengan DPA masing-masing Kecamatan dan OPd masing-masing pak,”katanya.
Ditanya kenapa sebelum dilaksanakannya kegiatan study tiru ke Pemko Yogyakarta, 25 Camat mentransfer uang ke rekening milik pribadinya. Bukan kerekening pribadi saya pak. Tapi ke rekening staf yang bertugas untuk membantu proses kegiatan tersebut pak.
” Semua itu atas kesepakatan kami dengan Camat. Hal itu dilakukan Ade hanya untuk mempermudah pengumpulan dan mempercepat saja,’jawab Ade berkilah. (SS)