Independennews.com, Batam | Dalam rangka menekan penyebaran virus Covid-19 di kota Batam, Pemerintah kota Batam melalui Dinas Perhubungan kota Batam memperketat proses pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Adapun pengetatan yang dilakukan yakni dengan mengharuskan para PMI untuk melaksanakan tes antigen sebelum akhirnya dilakukan karantina di 3 (tiga) lokasi karantina khusus PMI yakni Rusun BP Batam di Tanjung Uncang, Batamec dan Putra Jaya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perhubungan kota Batam, Pebrialin mengatakan, bahwa pihaknya sering mengalami kendala saat melakukan pemeriksaan tes PCR yang dilakukan terhadap PMI yang datang dari Malaysia dan Singapura.
Hal itu kata dia, dikarenakan pemeriksaan PCR butuh waktu yang lama untuk memperoleh hasilnya. Oleh karena itu dirinya mendapat perintah langsung dari Menteri Perhubungan RI untuk memberlakukan rapid antigen bagi PMI yang tiba di Pelabuhan Batam Center.
“Jadi beliau (Menhub) menyampaikan perlu dilakukan rapid antigen sehingga bisa diketahui jika PMI disinyalir positif atau reaktif itu langsung di pisahkan dan diberangkatkan ke RSKI Galang,” tutur Pebrialin saat diwawancarai usai menerima kunjungan Menteri Pertahanan RI, Kamis (16/9/2021).
Pada kesempatan yang sama, Koordinator PMI Rusun BP Batam Tanjung Uncang, dr. Angghita mengatakan bahwa total keseluruhan PMI yang berhasil di evakuasi ke RSKI Galang dan rumah sakit lain sebanyak 1.793 jiwa terhitung sejak bulan Januari 2021 hingga sekarang.
“Total yang positif untuk keseluruhan sekitar 1.793 dari bulan Januari hingga sekarang dan sudah dipindahkan ke Galang. Itu termasuk yang sudah kami evakuasi ke RSKI dan Rumah Sakit lain,” ucapnya.
Dari total 1.793 jiwa tersebut kata dr. Angghita, sebanyak 1 (satu) orang yang meninggal akibat Covid-19 dan 3 (tiga) lainnya meninggal akibat menderita penyakit bawaan.
“Dari 1.792 itu ada 1 yang meninggal karena Covid-19 dan ada 3 yang meninggal karena penyakit bawaan lain. Jadi kondisinya datang sudah buruk lalu kita rujuk ke rumah sakit dan akhirnya meninggal,” tuturnya.
Selain itu kata dr. Angghita, setiap melakukan pemeriksaan terhadap PMI yang baru datang, pihaknya selalu menemukan adanya kasus positif pada ketiga rusun untuk para PMI.
“Setiap kita lakukan pemeriksaan PCR pasti ada yang positif. Ada 3 rusun kita kan Rusun BP Batam Tanjung Uncang, Batamec sama Putra Jaya. Jadi dimana dilakukan pemeriksaan PCR disitu ada yang positif,” tutupnya.(Sop)