Pagi Berkabut Borobudur dan 11.500 Pelari yang Menembus Waktu
Independennews.com | Magelang — Ribuan pelari memadati kawasan Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, sejak sebelum fajar menyingsing, Minggu (16/11/2025). Dalam udara pagi yang dingin dan masih menyimpan sisa embun, mereka bersiap mengawali Borobudur Marathon 2025, ajang lari yang telah menjadi ikon sport tourism Jawa Tengah.
Tepat pukul 04.30 WIB, kategori maraton 42,195 kilometer dilepas pertama, disusul kategori half marathon dan 10K. Di tengah sorot lampu panggung dan siluet stupa, langkah awal para pelari terasa seperti menautkan kembali manusia dengan ruang, sejarah, dan napas perjalanannya sendiri.Pelepasan peserta dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, yang hadir bersama sejumlah tokoh dan pejabat. Tampak pula Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Direktur Utama Bank Jateng Irianto Harko Saputro, Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An, dan CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama.
Tidak ada seremoni panjang—hanya tiupan peluit, riuh tepuk tangan, dan ekspresi tegang bercampur gembira sebelum para pelari mengalir ke rute yang melintasi perkampungan, kontur alam, dan sudut-sudut budaya yang menjadi ciri kawasan Borobudur.Tahun ini, 11.500 peserta ambil bagian dalam lomba yang digelar melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bank Jateng, Harian Kompas, dan Yayasan Borobudur Marathon. Selain mengejar catatan waktu terbaik, ajang ini kembali menegaskan posisi Borobudur sebagai destinasi olahraga berskala global—tempat di mana jarak bukan sekadar angka kilometer, tetapi pengalaman, ketahanan, dan alasan bagi setiap pelari untuk kembali ke garis start.
(Ganang)