Jateng Kuatkan Aglomerasi Pariwisata Rawa Pening–Kopeng–Borobudur, Dorong Wisata Berbasis Komunitas

Independennews.com | Salatiga — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat sinergi lintas daerah dalam upaya mengembangkan kawasan aglomerasi pariwisata Rawa Pening–Kopeng–Borobudur. Melalui forum diskusi yang digelar di Kota Salatiga, Selasa (11/11/2025), Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng menggandeng berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun Masterplan Aglomerasi Pariwisata sebagai panduan pembangunan wisata berkelanjutan di wilayah tengah Jawa.

Kepala Disporapar Jateng, Muhamad Masrofi, menjelaskan bahwa kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai “segitiga emas” pariwisata yang menghubungkan Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Magelang. Ia menilai, keberadaan Tol Bawen–Yogyakarta akan menjadi pengungkit utama yang memperkuat konektivitas antar destinasi serta mendorong pemerataan kunjungan wisatawan.

“Borobudur memang magnet utama, tapi kita ingin wisatawan juga menjelajahi Rawa Pening, Kopeng, dan destinasi di sekitarnya. Tujuannya agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan secara lebih merata,” ujar Masrofi.


Lebih lanjut, Disporapar menegaskan pentingnya pengembangan pariwisata berbasis komunitas (Community-Based Tourism/CBT) sebagai ruh utama dalam masterplan tersebut. Model ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal tanpa mengorbankan kelestarian budaya dan lingkungan.

“Pembangunan pariwisata tidak cukup hanya fokus pada infrastruktur fisik. Masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam pengelolaan destinasi agar rasa memiliki dan keberlanjutannya terjaga,” tambahnya.


Masrofi juga menekankan bahwa keberhasilan pengembangan aglomerasi pariwisata sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha, akademisi, serta komunitas masyarakat menjadi kunci terbentuknya ekosistem pariwisata yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

“Melalui semangat Ngopeni Nglakoni Jateng, kami ingin mewujudkan pariwisata yang terintegrasi, maju, dan berkelanjutan,” tutupnya.


Forum tersebut turut dihadiri perwakilan Bapperida, Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Bappeda Provinsi Jawa Tengah, serta sejumlah akademisi dan praktisi pariwisata. Para peserta sepakat bahwa aglomerasi bukan sekadar konsep tata ruang, melainkan komitmen bersama untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan wisata dan ekonomi baru di jantung Pulau Jawa.

(Ganang)

You might also like