Bank NTT dan Mahasiswa STIM Kupang Edukasi Warga Sikumana Tentang Transaksi Digital

Independennews.com | Kupang, NTT – Dalam upaya mendorong masyarakat beralih menuju sistem transaksi non-tunai, Bank NTT bersama mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Kupang, Kelas Eksekutif Angkatan 2022, menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pengenalan Manfaat Bertransaksi Menggunakan Instrumen Pembayaran Non Tunai (EDC dan QRIS) di RT 23 Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Sabtu (4/10/2025).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga keuangan dalam memperkuat pemahaman masyarakat tentang manfaat transaksi digital. Selain menjadi bagian dari tugas akhir mahasiswa eksekutif STIM Kupang, kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan pemerintah dan Bank Indonesia, dengan Bank NTT sebagai mitra strategis dalam perluasan literasi keuangan digital di daerah.

Dorong Literasi Digital hingga Tingkat RT

Hadir sebagai narasumber, Victor Lende, Programmer Divisi Riset dan Pengembangan Bank NTT, menjelaskan secara mendalam manfaat penggunaan instrumen pembayaran non-tunai seperti Electronic Data Capture (EDC) dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Bank NTT berkomitmen menjadi bagian dari transformasi digital di Nusa Tenggara Timur. Melalui edukasi seperti ini, kami ingin memastikan masyarakat di tingkat RT pun memahami bahwa transaksi non-tunai bukan hal yang rumit, justru memberi banyak kemudahan dan keamanan,” ujar Victor Lende di hadapan peserta sosialisasi.


Menurutnya, EDC dan QRIS merupakan inovasi yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi secara cepat, efisien, dan tercatat secara digital tanpa harus membawa uang tunai. Hal ini sejalan dengan upaya Bank NTT dalam memperluas layanan digital banking yang inklusif hingga ke pelosok daerah.

Apresiasi Warga dan Kolaborasi Akademik

Ketua RT 23 Kelurahan Sikumana menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bank NTT dan mahasiswa STIM Kupang. Edukasi seperti ini penting agar warga kami tidak tertinggal dengan perkembangan zaman. Sekarang kami tahu bahwa transaksi digital itu mudah dan aman,” ujarnya.


Mahasiswa pelaksana kegiatan juga mengaku bangga dapat berkolaborasi langsung dengan Bank NTT. Menurut mereka, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena tidak hanya belajar teori sistem pembayaran digital, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana masyarakat memahami dan mempraktikkan manfaatnya dengan pendampingan dari pihak Bank NTT.

Antusiasme Warga dan Komitmen Bank NTT

Kegiatan yang berlangsung santai dan interaktif ini diakhiri dengan sesi tanya jawab. Beberapa warga bahkan langsung mencoba menggunakan aplikasi pembayaran digital dan berdiskusi mengenai cara membuka rekening di Bank NTT untuk memanfaatkan layanan QRIS.

Melalui kegiatan ini, Bank NTT kembali menegaskan perannya sebagai bank daerah yang tidak hanya melayani, tetapi juga mendidik dan memberdayakan masyarakat. Dengan semangat “Melayani Lebih Sungguh”, Bank NTT terus memperluas jangkauan literasi keuangan digital hingga ke tingkat akar rumput, memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat beradaptasi dengan perkembangan ekonomi modern.

(Marcho)

You might also like