Wartawan SIB Nyaris Bulan Bulanan Security DPRD Medan

0
216

INDEPENDENNEWS.COM, MEDAN — Wartawan Sinar Indonesia Baru (SIB) nyaris bulan bulanan oleh Sekurity DPRD Medan. Kejadian itu terjadi ketika puluhan wartawan melakukan wawancara dengan walikota Medan Dzulmi Eldin, tidak terima majikannya di Wawancarai, para Sekurity itu menarik paksa dan mendorong salah satu wartawan yang hendak mewawancarai Walikota, aksi tersebut terekam Video, pada Senin (5/8/19) di Gedung DPRD Medan usai menandatangani KUA-RPPS.

Stop pers yang dilakukan oleh sejumlah Wartawan tidak digubris oleh Walikota Medan, dan setibanya diluar gedung DPRD, walikota langsung masuk mobil dinas yang menjemputnya. Kerumunan wartawan mendapat rintangan pengamanan dari petugas pengamanan kantor DPRD Medan.

Puluhan wartawan telah lama menunggu untuk mengkonfirmasi langsung Walikota Medan terkait perihal statementnya yang mengatakan tidak akan ikut mencalonkan diri pada Pilkada 2020 mendatang.

Saat itulah, security DPRD Medan dengan arogan langsung menghalangi awak media untuk mewawancara walikota Medan. Roy yang berada dibarisan paling depan langsung ditarik paksa dan diodorong hingga nyaris terjatuh.

Tidak sampai disitu, terlihat dari video belasan security dan Satpol PP mendorong tubuh Roy. Akibat kejadian itu, rekan wartawan lain langsung membantu. Nyaris terjadi baku hantam antara wartawan dan security DPRD Medan. Beruntung suasana yang memanas tersebut dapat diredakan anggota Dewan yang ada dilokasi.

“Loh apa ini, jangan dorong-dorong kayak gini. Saya kan wartawan mau wawancarai Pak Wali kota, ini wali kota saya,” ujar Roy sembari tetap bertahan untuk mewawancarai wali kota Medan.

Lalu, tak puas hanya mendorong, belasan petugas keamanan Kantor DPRD Medan yang dua di antaranya diketahui bernama Luther Sitepu dan seorang lagi bermarga Harahap menarik paksa serta diduga sempat melakukan penganiayaan terhadapnya.

Saat itulah, wartawan langsung beraksi menanyakan perihal aksi penganiayaan itu. Namun, kembali belasan petugas keamanan kemudian berusaha menghadang dan mendorong Roy. Melihat para petugas keamanan itu nyaris mengeroyok Roy, sejumlah wartawan lain berusaha menolong dan menarik Roy dari kerumunan petugas keamanan.

“Mereka kemudian berteriak sambil mendorong-dorong dan ada juga yang menarik paksa saya. Sakit badan saya semua,” jelasnya.

Salah seorang Security kemudian mencoba berkomunikasi dengan wartawan dengan mengatakan bahwa sikap yang ditunjukkan security tersebut sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Tindakan itu sesuai standar operasional prosedur (SOP) pengamanan.”

Salah seorang penggiat Dunia Jurnalis, Gusman mengecam keras perlakuan para Sekurity DPRD Medan itu. Yanh bertindak kasar kepada wartawan yang hendak mwncari berita.

“Mereka bukan preman atau pelaku kejahatan, ko diperlakukan kasar seperti itu.”Ujarnya

Lanjutnya, Berbicara SOP pengamanan yang mereka terapkan, ya boleh boleh, tapi jangan bertindak seperti preman, karena wartawan bukan pelaku kejahatan.

“Apakah para sekurity di DPRD Medan tak memiliki pelatihan standard Operasional Prosedure (SOP) pengamanan. Jangan jangan para sekurity ini pengamanan yang di caplok tanpa melalui pelatihan dari Kepolisian.”Ujaranya (Firman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here