Warga Desa Tolak Pembangunan Gedung Islamic Center Kerena dilokasi ada Cagar Budaya

0
203

Muaratebo, Independennews.com — Rencana pembangunan Gedung Islamic Center ditolak warga Desa Suka Damai Unit 9 Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo. Penolakan tersebut disuarakan warga karena lokasi yang direncanakan akan dibangun Islamic Center telah berdiri kokoh bangunan Cagar budaya, untuk itu warga juga telah menyepakati lokasi yang tepat untuk pembangunan gedung islamic center tersebut.

Pembangunan Islamic Center terus mendapatkan penolakan dari masyarakat. Sebab, gedung yang akan didirikan itu akan merobohkan bangunan yang telah ada, seperti Kantor BPD, PAUD, dan lainnya.

Dari hasil penelusuran media ini, di lokasi rencana pembangunan islamic center di desa suka damai, salah seorang warga Abas, warga desa suka damai mewakili dari seluruh warga Suka Damai kepada Independennews.com mengatakan, bahwa seluruh wara desa akan terus berusaha membatalkan rencana pembangunan gedung Islamic center dilokasi tersebut.

Dia juga mengatakan dilokasi yang akan dibangunnya islamic centet ini merupakan salah satu Cagar Budaya Desa Suka Damai dan tempat yang telah di sepakati melalui Musyawarah Desa telah jelas ada lokasinya.

“Kami akan terus berusaha melakukan pembatalan pembangunan gedung yang akan didirikan pada lokasi itu, karena itu kan ada gedung Cagar Budaya, yang jelas kita telah musyawarah bersama warga untuk tidak bangun dilokasi itu, telah ada lokasi yang telah kami persiapkan, tidak ada masalah kok dengan lahan yang kami sediakan,” tegas Abas.

Sementara, Kepala Desa Suka Damai, Solikin mengatakan, bahwa dalam permasalahan mengenai lokasi pembangunan gedung Islamic Center di Desa nya itu telah diserahkan Kepada Bupati, karena kata Solikin, lokasi yang telah ditentukan itu adalah aset Pemerintah Kabupaten.

“Kalau lokasi pembangunan gedung itu telah kami serahkan ke Bupati, ” kata Solikin.

Yang menjadi pertanyaan publik, Islamic Center itu di bangun di Depan Arena MTQ yang telah disepakati warga melalui musyawarah bersama warga Desa Suka Damai yang langsung diketahui Kepala Desa pada hari Rabu, 7 Maret 2018 yang lalu. Namun, hasil musyawarah warga tidak diindahkan oleh Kepala Desa sebagai tampuk kekuasaan Di Desa. Kalau ini adanya, Kepala Desa Suka Damai Unit 9 tidak mengetahui aturan kebijakan sebagai pemimpin.

Senada dengan itu, warga lainnya mengatakan lokasi yang telah disepakati warga ada kebun karet milik sekeretaris desa.

“apakah karena lahan tersebut milik sekretaris desa sebagai penghalang dari kesepakatan bersama warga.” ujarnya bertanya

Dia juga mengaku akan berupaya keras untuk menggagalkan rencana pembangunan gedung islamic center dilokasi tersebut, karena jika dibangun dilokasi itu akan merobohkan gedung yang sudah ada sebagai cagar budauya.

” kita sudah sepakati lokasi lain untuk pembangunan islamic center tanpa merusak bangunan yang telah lama ada. (Darliyanto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.