Warga Desa Mangun Joyo Pupus Harapan Ikut Program Prona Karena Terhambat HGU PT. Tebo Indah

0
221

Poto : Bangunan Rumah Warga yang masuk dalam kawasan HGU PT . Tebo Indah

INDEPENDENNEWS.COM, TEBO — Warga Desa Mangun Joyo Kecamatan Tebo Tengah Kab Tebo Jambi khususnya yang tinggal di dusun Penampuian yang terletak di wilayah Mangun Jayo Seberang, warga merasa kecewa dan dirugikankarena tidak bisa mengikuti program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona)¬†yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat. Hal ini di karenakan tanah perumahan dan kebun warga Manngun Joyo masuk dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan PT.Tebo Indah (PT.TI) untuk kegiatan perkebunan kelapa sawit.

Hal ini baru diketahui warga tatkala setelah di lakukannya pengukuran atas tanah mereka oleh petugas pengukuran dari dinas badan pertanahan nasional (BPN) Kabupaten Tebo baru baru ini, pada bulan Maret 2019, pengukuran tersebut dilakukan untuk memenuhi salah satu dari persyaratan pembuatan sertifikat garatis Proyek nasional agraria (PRONA) yang di selenggarakan oleh pemerintah pusat.

Meskipun dalam surat jual beli, surat keterangan tanah/spradik tanda milik masyarakat sudah tertera hasil pengukuran, Akan tetapi jika untuk dibuatkan sertifikat (SHM) maka wajib diukur kembali oleh petugas yang berwenang dari Dinas pertanahan nasional daerah setempat.

Namun setelah di lakukan pengukuran atas lahan warga oleh petugas BPN Tebo, pada Juni 2019 yang lalu, Petugas pengukuran BPN mengatakan, bahwa sebagian lahan masyarakat tidak dapat untuk di buatkan sertifikat karena masuk dalam kawsan HGU milik perusahaan PT.Tebo Indah (PT.TI). Ujar Ketua RT 10 Edi Kepada Independennews.commenirukan Petugas Pengukuran BPN Tebo, Jumat (23/8/19)

Dikatakan Edi, Kurang lebih 50 an berkas permohonan pengajuan untuk pembuatan sertifikat yang di serahkan kepadanya, dan telah di ukur oleh BPN tapi tidak dapat di buatkan sertifikat (PRONA) karena masuk dalam kawasan HGU PT .Tebo Indah.

“Banyak masyarakat mengajukan permohonan tapi dapat di pastikan masuk dalam HGU dan sudah pasti tidak dapat di buat sertifikat (PRONA).”ucapnya

Sementara itu, Salah satu warga yang juga lahan rumahnya turut masuk dalam kawasan HGU juga tidak dapat ikut program (PRONA) dan mensertifikatkan rumahnya yang di bangunnya secara permanen, beliau mengakui bahwa sebelumnya tidak mengetahui kalau tanah tersebut masuk kawasan HGU.

” jika saya tau, tanah ini masuk dalam HGU, tidak akan mau saya beli tanah di sini, apa lagi sampai bangun rumah, seharusnya perusahaan membuat papan merek atau tanda lain yang dapat dilihat dan di ketahui oleh masyarakat kalau tanah ini masuk HGU ” pungkas andi kecewa.

Lanjut Andi, mestinya jika tanah/lahan yang sudah di berikan izin HGU mestinya wajib dikelolah oleh pemegang hgu sesuai peruntukannya.” tetapi tanah ini waktu aku beli lahan kosong tidak ada kegiatan usaha perkebunan perusahaan di atasnya.”Tutupnya

Saat ini isu dan pembicaraan tentang HGU cukup santer beredar di tengah masyarakat, paskah di lakukannya pengukuran lahan Masyarakat yang mengajukan permohonan ikut PRONA oleh petugas BPN tebo.

Sehingga membuat masyaraka resah dan bingung, beragam tanggapan dan respon masyarakat, Ada yang mengatakan merasa tertipu membeli tanah tersebut karena pihak penjual sebelumnya tidak menjelaskan, kalau lahan yang dijualnya masuk dalam HGU.

Masyarakat tidak mengetahui bahwa lahan milik mereka masuk dalam kawasan HGU, warga baru mengetahui lahan mereka masuk HGU setelah ada pengukuran dari BPN Tebo karena ada program PRONA.

Bahkan masyarakat mempertanyakan siapa yang telah menyerahkan lahan mereka kepada Pihk perusahan PT. Tebo Indah. Karena menurut mereka tidak ada menyerahkan lahan tersebut kepada perusahaan, dan sampai saat ini di atas tanah tersebut telah di bangun rumah tempat tinggal masyarakat.(Romi)

Poto : Salah satu masjid warga Desa Mangun Joyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.